Ujungbatu Riau Dilanda Banjir, GPDI Tidak Dapat Melangsungkan Malam Natal

Selasa, 26 Desember 2017 | 20:00:23

Maruba Habeahan / Pdt K Manurung, Ketua Wilayah GPDI Rohul 1 Riau (2 kiri), membelakangi gereja yang dilanda banjir. Foto dipetik, Minggu 24-12-2017 pagi


Pasir Pengaraian (Mahardikanews)
Akibat hujan deras sepanjang Sabtu (23/12) malam di Kelurahan/Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, mengakibatkan sejumlah kawasan di Kelurahan Ujungbatu khususnya di Gang Horas dan Jalan Durian dilanda banjir besar, pada Minggu (24/12). Ratusan rumah warga yang mayoritas penduduknya suku batak toba, dan dua gereja yakni Gereja Katolik dan Gereja Pentakosta Di Indonesia (GPDI) tergenang air banjir dengan ketinggian air diperkirakan antara 70 cm hingga 90 cm.

Pdt K Manurung, Ketua Wilayah GPDI Rohul 1 Riau yang ditemui di lokasi gereja, kepada mahardikanews.com memaparkan, sekira pukul 05.00 WIB tadi subuh air mulai naik menggenangi rumah-rumah warga termasuk gereja ini sambil menunjuk ke rumah ibadah yang dipimpinnya. Baru kali ini kondisi banjirnya terparah, setelah sekira puluhan tahun silam memang pernah banjir tetapi tidak sebesar ini ungkap Manurung. KP Salah seorang warga yang rumahnya turut terkena banjir, menyebutkan sumber air banjir kurang diketahui pasti tetapi diduga akibat kurang sempurnanya pembuatan drainase atas pembangunan jalan yang baru selesai dikerjakan pihak kontraktor di sekitar gang horas dan jalan durian ini, sehingga air hujan tidak dapat mengalir secara normal, ungkapnya.

Saat dikonfirmasi pada Senin (25/12) pagi terkait pelaksanaan ibadah Minggu siang dan Malam Natal di GPDI, Pdt K Manurung menegaskan, kedua acara ibadah tidak dapat dilaksanakan di dalam gereja dan terpaksa mengalihkan tempat ke rumah salah seorang jemaat, tandasnya. Hal yang sama juga terjadi di gereja Katolik, menurut salah seorang jemaatnya, MP kepada SIB menyebutkan ibadah siang tidak dapat dilaksanakan, sedangkan untuk Malam Natal dapat diupayakan dengan kerja keras para jemaat melakukan gotong royong menguras air dari dalam gereja ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Aceng, ketika dihubungi melalui ponselnya terkait banjir besar tersebut, menyebutkan, terimakasih atas informasinya karena baru diketahui setelah wartawan memberitahukannya. Akan diperintahkan kepada anggota, agar segera meluncur ke lokasi banjir guna mendata para warga yang perlu diberikan bantuan sesuai kebutuhan, demikian juga rumah warga yang rusak akibat banjir yang perlu perbaikan, ungkapnya. (mar)


BERITA TERKAIT:

Kembali