Setahun Diserobot PTPN V Sei Siasam, Warga Suligi Minta Lahannya Diganti Rugi

Kamis, 24 Mei 2018 | 12:58:57

/ Sekretatis IDLH Provinsi Riau K Sihotang, didampingi Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tandun R Peranginangin, di Desa Suligi, Pendalian IV Koto.


PENDALIAN IV KOTO
(MahardikaNews)
Manajemen PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Kebun Sei Siasam diduga telah merusak tanaman tumbuh, penyerobotan tanah dan pemakaian tanah tanpa ijin Warga Desa Suligi, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Sekretaris Lembaga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Indonesia Duta Lingkungan Hidup (IDLH) Provinsi Riau, Kemron Sihotang, didampingi Ketua terpilih Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Tandun, mengatakan diduganya hal tersebut setelah seorang masyarakat menyampaikan nasib lahannya yang diserobot oleh PTPN V Sei Siasam.

"Setelah penyampaian masyarakat, kami melakukan pemantauan, mengumpulkan data dan fakta fakta hukum di wilayah areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN V Sei Siasam", ucap K Sihotang, didampingi Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tandun Robinawan Peranginangin, Senin (21/5/2018) siang.

Setelah menelusuri, K Sihotang menyatakan lahan kebun karet masyarakat yang diduga dirusak dan diserobot oleh PTPN V Sei Siasam menjadi tanaman sawit Pola Plasma itu milik masyarakat Desa Transmigrasi anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Semoga Sejahtera.

K Sihotang juga menilai, Seorang oknum pada perusahaan BUMN itu terkesan menutup diri atau tidak transparan dengan masyarakat maupun Pemerintah Desa dan KUD. Ia menyatakan, PTPN V Sei Siasam diduga sudah melakukan tindak pidana  merusak tanaman tumbuh, penyerobotan tanah dan pemakaian tanah tanpa ijin Warga Desa.

Sementara, Iwan, salah seorang pemilik lahan mengesalkan sikap PTPN V Sei Siasam karena sudah melakukan pengrusakan dan penyerobotan tanaman kebun karet miliknya. Ia juga merasa dan menilai sikap dari pimpinan perusahaan tidak kooperatif, karena terdapat oknum dari pihak PTPN V yang menghalang-halangi masyarakat untuk menggarap kembali lahannya.

Dari peristiwa tersebut, Iwan mewakili masyarakat Desa Suligi ingin Pemerintah Kabupaten Rohul segera menindaklanjuti dan menyelesaikan sengketa lahan yang dikuasai PTPN V Sei Siasam, sebelum terjadi konflik yang lebih luas dikalangan masyarakat.

Sedangkan, Kepala Desa Suligi mengingat pemakaian tanah Warga berawal dari masa puasa sekitar bulan Juni tahun 2017 lalu. Disaat itu, Terang Kades, pihak pimpinan PTPN V melaksanakan perundingan dengan desa dan masyarakat transmigrasi untuk memasukkan arus PLN dan melebarkan badan jalan 1 (satu) meter dari desa transmigrasi menuju komplek Perkantoran PTPN V Sei Siasam.

Pelebaran jalan tersebut, awalnya diharuskan melintasi lahan kebun karet milik masyarakat KUD Semoga Sejahtera untuk dilintasi kabel dan tiang arus PLN. Hasil perundingan, akhirnya PTPN V Sei Siasam diizinkan menebang beberapa pohon kebun karet milik Warga desa dan bersepakat untuk menganti rugi tanah dan lahan.

Namun, Jelas Kades, janji dan kesepakatan pihak Manajemen sejak bulan Puasa Juni 2017 lalu hingga kini tidak diindahkan. Ia menyebutkan, lahan yang lebih kurang 1 (satu) tahun diserobot oleh oknum PTPN V Sei Siasam berukuran panjang 200 meter dan lebar 1 meter.*amb


BERITA TERKAIT:

Kembali