Kapolres: Aturan Kapolri Naik Pangkat Harus Bawa Pasangan, Jika Tidak Akan Ditunda

Selasa, 3 Juli 2018 | 09:55:20

/ KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA/ internet


Pasir Pengaraian
(MahardikaNews)
Bersempena Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-72, Kepolisian Resort (Polres) Rokan Hulu menggelar upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat‎ Anggota Polri Periode 1 Juli 2018, di halaman Mapolres‎ Jl. Diponegoro Pasir Pengaraian.

Usai memimpin upacara, Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua menyampaikan, sebanyak 12 personel di jajaran Polres Rohul yang naik pangkat pada periode 1 Juli 2018.

Terang M Hasyim, dari 12 personel yang naik pangkat‎, 1 personel diantaranya merupakan Perwira polisi yaitu, Iptu Suciyono yang sebelumnya masih berpangkat Ipda. Sedangkan 11 personel lainnya setingkat dengan Bintara dan Brigadir.

"Hari ini pun bagian dari prestasi, prestasi karena dia baik‎. Kemudian waktunya pas untuk dia naik pangkat, maka kita berikan", ucap Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, Senin (2/7/2018) pagi, di halaman Mapolres‎ Jl. Diponegoro Pasir Pengaraian

Mantan Kepala Sub-Direktorat I Reserse Kriminal Khusus (Kasubdir Reskrimsus) Polda Riau itu menilai, prosesi kenaikan pangkat merupakan momen bersejarah bagi personel karena harus didampingi oleh seorang istri. Momen itu menurutnya, bahwa personel sudah bekerja dan didukung penuh oleh keluarga.

Keharusan membawa pasangan, Terangnya, adalah peraturan dari Kapolri, yang mengatur tentang setiap personel yang menjalani naik pangkat wajib didampingi istri atau suami yang sah. Sesuai aturan, Ia menjelaskan ketentuan bagi anggota yang tidak membawa pasangan, maka kenaikan pangkatnya akan ditunda.

Informasi yang diperoleh, personel yang mendapatkan kenaikan pangkat yakni 12 orang personel. 9 personel didampingi istri sah, sedangkan 3 personel‎ tidak didampingi pasangan dikarenakan belum menikah.‎*amb


BERITA TERKAIT:

Kembali