Bupati Rokan Hulu Terima 3 Sertifikat WBTB Dari Mendikbud

Jumat, 12 Oktober 2018 | 12:00:19

/
Bupati Rokan Hulu Sukiman, didampingi Kepala Disparbud Rokan Hulu Drs Yusmar, saat menerima Sertifikat WBTB dari Mendikbud Muhajir Effendy, Rabu (10/10/2018), di Gedung Kesenian, Jakarta Pusat.


Pasir Pengaraian
(mahardikanews)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2018 kepada Kabupaten Rokan Hulu atas 3 (tiga) karya budaya berupa Silek Tigo Bulan, Ratik Bosa atau Ratik Togak dan Lukah Gilo.

Bupati Rokan Hulu, Sukiman, yang menerima sertifikat, dari Mendikbud Muhajir Effendy, pada Rabu (10/10) lalu, di Gedung Kesenian, Jakarta Pusat, mengucapkan terima kasih dan bersyukur dengan diterimanya penetapan WBTB dari Mendikbud RI. Pemberian itu, Terangnya, merupakan penilaian langsung dari tradisi, seni dan budaya yang berada di Kabupaten Rokan Hulu.

"Ini menjadi kado HUT Rokan Hulu ke-19 yang diberikan Kemendikbud untuk Pemkab Rokan Hulu, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaana atasnama Provinsi Riau. Saya berterima kasih, serta bersyukur semua ini Kabupaten/Kota meraihnya karena komitmen kita bersama melestarikan budaya dan kesenian", ucap Sukiman, Kamis (11/10/2018), di Pasir Pengaraian.

Banyaknya seni budaya dan tradisi masyarakat Rokan Hulu yang belum mendapatkan WBTB, Sukiman memastikan, akan komit dan berusaha maksimal. 

Disamping itu, Ia mengaku, sudah mengusulkan 12 karya budaya Rohul lainnya untuk dapat diakui dan ditetapkan sebagai WBTB Indonesia tahun 2018, seperti Sastra Lisan Ondou, Pengobatan Tradisional Bonai Burung Kwayang, Monimang Anak, Gondang Borogong dan tradisi adat serta tentang Perkawinan lainnya di berbagai suku bangsa yang berada di Rokan Hulu dalam memperkaya khasanah kebudayaan.

Sukiman menerangkan, Perda Nomor 3 tahun 2018, tentang Julukan Rokan Hulu sebagai Jati Diri Daerah "Negeri Seribu Suluk", juga sebagai WBTB Indonesia tahun 2018. Hal itu, menurutnya, sejarah baru sekaligus momentum pengembangan tradisi dan budaya daerah sesuai julukan Negeri Seribu Suluk.

Ia menegaskan, seluruh budaya dan tradisi masyarakat Rokan Hulu akan tetap diperhatikan, tanpa menyampingkan keberagaman dalam bentuk memajukan budaya dan tradisi masyarakat tempatan seperti suku Mandailing, Batak, Minang, Sunda, Jawa, Nias dan suku-suku lainnya yang mengacu pada adat istiadat dan tradisi masyarakat Rokan Hulu.

Potensi tradisi dan budaya yang beragam juga Dinilainya, merupakan salah satu perwakilan dari daerah melayu daratan. Untuk itu, adat tradisi, menurutnya, perlu didudukan sesuai dengan porsi yang sebenarnya, sehingga potensi berkembang dan bermanfaat kepada masyarakat, tidak hanya dalam kehidupan pembentukan pribadi masyarakat.

Sukiman menambahkan, Keberagaman budaya dan tradisi masyarakat di Rokan Hulu menjadi sumber kekuatan dalam pelaksanaan pembangunan lebih maju kedepan sesuai visi misi daerah Kabupaten Rokan Hulu.

Sementara, Kepala Disparbud Rokan Hulu Drs Yusmar, menyatakan ditetapkannya 3 karya WBTB, maka akan menjadi kebanggaan dan eksistensi untuk Kabupaten Rokan Hulu Negeri Seribu Suluk dan Provinsi Riau.

Yusmar menilai, Sertifikat WBTB Indonesia merupakan bentuk pengakuan secara Nasional dan Hak Paten, sekaligus menjadi kewajiban masyarakat Rokan Hulu agar memelihara, melestarikan dan mengembangkan budaya sebagai bentuk nilai-nilai luhur dan karya seni budaya Daerah dan Nasional.*(adv/hms)



BERITA TERKAIT:

Kembali