Pesan Bupati pada Guru PAUD dan Guru TK

Senin, 17 Juni 2019 | 20:12:44

MAHARDIKANEWS TIM / Bupati Rohul H Sukiman didampingi Bunda Paud Hj Peni Herawati melakukan pemotongan nasi tumpeng, saat seminar Nasional PAUD di Convention Hall Islamic Center.


Pasir Pengaraian 

(mahardikanews) 

Bupati Rokan Hulu (Rohul) menghadiri Seminar Nasional peningkatan kapasitas pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Bunda PAUD desa, sempena HUT ke- 69 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI).


Bupati Rohul Sukiman, menilai guru merupakan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Dengan adanya guru, anak-anak generasi tentunya akan mempunyai kepribadian yang tangguh, pintar, soleh, dan kepribadian baik untuk masa depan.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul dipastikannya, akan selalu terus berusaha memperbaiki kesejahteraan guru PAUD dan guru TK, termasuk dalam memajukan sektor pendidikan anak usia dini.


Meski demikian, Pemkab akan tetap menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah dan terus mencari peluang, karena mengingat kondisi ekonomi secara Nasional saat ini sedang sedikit mengalami penurunan.


“Adanya seminar ini, kita harap guru PAUD dan guru TK di wilayahnya masing-masing tetap profesional memberikan pendidikan ke anak usia dini”, imbau Sukiman, di Convention Hall Islamic Center, Senin (17/6/2019), yang dihadiri Bunda PAUD Hj Peni Herawati, Kepala Dinas Dikpora Ibnu Ulya, Rektor UPP Adolf Bastian, Ketua DWP Hj Neti Herawati, pimpinan Forkopimda, Kepala OPD, para Camat, Kades, serta guru PAUD dan TK se- Rohul.


Sementara, Ketua IGTKI Rohul Syah You Seva, menyampaikan dalam peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-69 tahun 2019 ini pihaknya mendatangkan Sinong Widodo selaku narasumber komponis lagu dan praktisi PAUD Nasional dari Kementrian Pendidikan RI.


Tujuan dari seminar terangnya, untuk meningkatkan profesionalitas guru PAUD, persiapan anak usia dini, dan sebagai persiapan menyambut murid baru tahun ajaran 2019-2020‎, sesuai materi meningkatkan penguatan karakter melalui literasi Komik dan Lagu atau Komilag.


Selain itu, seminar juga sebagai persiapan penerapan program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku atau Gernas Baku, serta menyatukan kedekatan emosional antara pendidik PAUD dengan Bunda PAUD desa.


Di usia 69 tahun, diakuinya masih banyak mimpi-mimpi yang ingin diraih demi mensejahterakan para guru di Rohul, seperti kesejahteraan guru PAUD dan guru TK yang selama ini hanya menerima gaji Sabar‎, Jujur, Tawakal Terus Menerus (Sajuta Lima Ratus).


“Bila guru PAUD dan TK di Rohul sudah sejahtera, tentunya keikhlasan para tenaga PAUD akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak kedepannya. Sajuta Lima ratus pun bisa benar-benar menjadi satu juta lima ratus ribu rupiah”, ujar Seva.


Terkait gaji, Seva mengaku gaji guru PAUD dan guru TK honor di Rohul saat ini masih jauh dari nilai tidak layak, yakni hanya sekira Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per bulan, dengan jumlah 863 orang guru TK dan 210 orang guru PAUD.


Adanya informasi penambahan gaji honor PAUD dan TK sekira Rp200 ribu, dinilainya hanya dikhususkan untuk guru PAUD yang berada di bawah naungan desa, tidak untuk guru PAUD naungan yayasan.


“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang mengangkat tema 'Mewujudkan guru TK sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia cerdas dan berkarakter dalam era revolusi industri 4.0 ini, Bunda PAUD desa juga mau‎ bantu guru-guru PAUD di desanya masing-masing”, harap Ketua IGTKI Rohul Syah You Seva.‎*(adv/kominfo)



BERITA TERKAIT:

Kembali