79 PPK untuk Pilkada Rokan Hulu dilantik

Minggu, 1 Maret 2020 | 13:35:51

MAHARDIKANEWS TIM / Pelantikan 79 anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk Pilkada Rohul, di convention hall Islamic Center, Sabtu (29/2/2020).


Pasir Pengaraian 
(mahardikanews) 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Elfendri, melantik puluhan orang panitia pemilihan kecamatan atau PPK.

“PPK yang dilantik untuk Pilkada di Rohul berjumlah 79 orang, seharusnya 80 orang. 1 orang panitia lagi yang tidak hadir karena anaknya menjalani operasi jantung”, kata Elfendri, dihadapan Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Asisten II bidang Ekbang M Ruslan, Forkopimda, dan perwakilan dari partai politik, di convention hall Islamic Center, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Sabtu (29/2/2020).

Sementara Komisioner KPU Riau bidang SDM dan partisipasi pemilih Nugroho Noto Susanto, menghimbau seluruh anggota PPK yang dilantik menjaga integritas dan netralitas. Integritas dinilainya bukan hanya tentang kemampuan dan kecakapan mengawal praktik pemilu di tingkat kecamatan, melainkan juga harus mampu menjaga kode etik sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).

Nugroho mencontohkan kasus pelanggaran integritas yang dinyatakan bersalah dan dipecat diantaranya pelanggaran berupa mengubah hasil rekap di tingkat kecamatan pasca Pemilu 2019 lalu. Jenis pelanggaran seperti itu terdapat di 3 PPK pada 3 kabupaten di Riau.

Selain itu kasus moral perselingkuhan di kota Yogyakarta yang melibatkan anggota KPU dan anggota PPK. Imbalannya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP membuat keputusan tegas berupa pemberhentian secara tidak hormat.

Para anggota PPK juga dihimbaunya dapat memahami aturan pemilihan Bupati/Wakil Bupati, berkoordinasi dengan forkopimcam, dan berkonsultasi dengan KPU kabupaten dalam penempatan kepala sekretariat dan staf PPK kecamatan.

“Target nasional partisipasi pada pemilihan serentak tahun 2020 ini 79% (persen). Alhamdulillah tingkat partisipasi pemilih di Rohul 2019 lalu mencapai 87%, lebih besar dari level Provinsi Riau 84%. Tetapi tantangan pilkada berbeda dengan pemilu. Di pilkada 2015, partisipasi pemilih di Rohul 71%, jika itu menjadi sebuah tolak ukur, berarti diperlukan 8% lagi untuk mencapai 79% target nasional”, jelas Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto.

Kepada anggota PPK juga dimintanya agar bekerja keras dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, serta menjaga kehormatan lembaga KPU. Tanpa itu dinilai akan sulit mewujudkan pemilihan kepala daerah atau pilkada yang berkualitas di Negeri Seribu Suluk.

Disamping itu, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) M Ruslan, menilai pentingnya koordinasi untuk pelaksanaan tugas PPK dalam menghadapi permasalahan-permasalahan krusial. PPK diharapkan segera melakukan koordinasi melibatkan sekretariat PPK dan berkoordinasi dengan KPU.

KPU Rohul juga diingatkannya agar memberi pelayanan mengedepankan semangat profesionalisme, sehingga dapat terjalin komunikasi secara efektif diberbagai tingkatan, guna membawa hasil yang diharapkan bersama.

Netralitas anggota KPU dan PPK dinilainya sangat perlu tetap ditegakkan, mengingat masyarakat dan juga para calon Bupati sangat mengharapkan terselenggaranya Pilkada yang aman damai tanpa adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh kinerja KPU dan PPK.

Untuk itu, netralitas merupakan modal yang sangat berharga dalam mengawal tegaknya demokrasi, berdasarkan amanat UUD 1945 dan Pancasila yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Setiap langkah dan tindakan harus senantiasa berpedoman pada aturan hukum yang berlaku, agar langkah dan tindakan dapat dipertanggungjawabkan, mengingat beberapa kasus di beberapa daerah yang tidak kunjung usai disebabkan oleh kurangnya koordinasi serta kurang cermatnya dalam pengambilan kebijakan”, ujar Asisten II bidang Ekbang Setdakab Rohul, Ruslan.
(red-mnc)




Editor: AMBAR
©2020 MAHARDIKANEWS
all right reserved


BERITA TERKAIT:

Kembali