Selasa, 14 Agustus 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Budaya
Jumat, 15 Desember 2017 | 16:20:29
ADVERTORIAL PEMKAB ROKAN HULU
Disparbud Tetapkan Pemenang lomba Desain Brand Pariwisata 'Rokan Hulu Diversity of Melayu'
HUMAS SETDA ROKAN HULU
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu, sdg menyerahkan hadian kpd juara I Desain Brand, Jumat 8-12-2017 di aula kantor Disparbud
Pasir Pengaraian (Mahardikanews)‎
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), tetapkan pemenang lomba Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul, Jumat (8/12) di aula Kantor Disparbud Rohul.
Hadir antara lain, Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Rokan Hulu Jaya atau PDRJ, Jenewar Efendi SSos, didampingi Direktur Produksi dan Operasional, Jaya Fitria Ruliani ST.

Untuk Desain Brand Pariwisata Khas Rohul, juara I, Rice Indah Tarigan dari Kecamatan Rambah, juara II, Asril Jam'an dari Rambah Hilir, dan juara III, Reski Efriyanto Zebua dari Rambah Samo. Sedangkan pemenang Desain Tanjak Khas Melayu Rohul, juara I, Muslim dari Kecamatan Rambah Hilir, juara II, Theo Rapi Ridwan dari Rambah Hilir, dan juara III Fahrudin Efendi dari Kepenuhan.

Dalam sambutannya Yusmar mengatakan, lomba Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul merupakan kerjasama antara Disparbud Rohul dengan Perusda Rokan Hulu Jaya. Brand pariwisata, merupakan logo, lambang dan identitas Kabupaten Rohul dalam memperkenalkan potensi daerah ke dunia luar.‎ "Bahwa Rokan Hulu itu adalah daerah yang religius dan orang yang beragama dan berbudaya sekaligus sebagai tujuan (wisata). Dalam pelaksanaan sebenarnya semua sektor, tapi sekarang ini khusus di pariwisata dan kebudayaan," ungkapnya.

Dalam proses sayembara maupun konsultasi dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Kementerian Pariwisata, untuk brand pariwisata Kabupaten Rohul adalah 'Rokan Hulu Diversity of Melayu' yang artinya memiliki keberagaman dari Melayu. "Kalau brand adalah identitas. Kita menunjukkan kepada dunia luar, ini dia Rokan Hulu, filosofisnya ada di sana. Secara abstrak apa yang terkandung dalam budaya dan karakter masyarakatnya ada di brand," ungkap Yusmar.‎

Yang tinggal di Rokan Hulu, (tanjak) inilah pemersatu yang kebetulan pemenangnya adalah 'Unak Serantau atau duri serantau. Jika tanjak sudah dipasangkan berarti seorang akan aman dan tidak akan diganggu. "Istilahnya sudah masuk keluarga Rokan Hulu, maka dia mempunyai kewajiban untuk menjaga, membangun dan memajukan Rokan Hulu, baik kini maupun akan datang," pungkas Yusmar.

Ada beberapa kriteria membedakan antara tanjak khas Rohul dengan tanjak dari daerah lain, yang rencananya akan dipatenkan oleh Disbudpar Kabupaten Rohul.‎ Memang banyak jenis tanjak yang ada di Melayu, akan tapi tanjak Rokan Hulu dilaksanakan melalui sayembara dan mempunyai filosofis sejarah tersendiri. Di daerah lain ada namanya Belalai Gajah, Dendam Tak Sudah dan yang lainnya. Tetapi, satu-satunya daerah yang melaksanakan sayembara dan menetapkan tanjak untuk daerahnya sepengetahuan kita baru Rokan Hulu, sebut mantan Kadis Tamben Rohul ini.

Karena ini sudah kita sayembarakan dan kita tetapkan, maka ini menjadi patennya Rokan Hulu. Kalau dipakai oleh daerah luar, maka mereka harus permisi. Tanjak merupakan alat pemersatu, seperti ulos yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan sudah mendunia, terang mantan Kabag Humas ini. (adv/humas)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!