Selasa, 21 Agustus 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Budaya
Rabu, 28 Maret 2018 | 21:55:16
Menpar RI Pakai Tanjak Khas Melayu Rohul di Rekernas
Humas Setda Rohul
Kadis Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu, foto bersama Menteri Pariwisata RI, usai pemberian tanjak khas Melayu Negeri Seribu Suluk, pada Rakornas 22-3-2018 di Nusa Dua Bali


Pasir Pengaraian (Mahardikanews) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memakai Tanjak Unak Serantau, khas Melayu Rokan Hulu (Rohul) yang ‎ diberikan langsung Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, Drs Yusmar MSi, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Nusa Dua Bali pada 22 hingga 23 Maret 2018.

Pemberian tanjak kepada pejabat, baik pemerintah kabupaten/ kota, provinsi hingga pusat, merupakan bagian dari sosialisai dan upaya mengenalkan‎ tanjak khas Melayu Rohul yakni Unak Serantau. Selain itu, juga pemberian kepada seluruh tamu yang datang dari kalangan komunitas dan organisasi atau saat pejabat Pemkab Rohul dan pengurus suatu organisasi tengah kunjungan kerja ke luar daerah, dengan tujuan agar tanjak khas melayu Rohul semakin dikenal dunia Intenasional, ungkap Yusmar kepada wartwan, Selasa (27/3).

Pada kesempatan itu Menpar memberi pujian kepada Pemkab Rohul atas upaya dalam memperkenalkan Tanjak yang  merupakan kepedulian atas kebudayaan daerah. Di satu sisi kita bangga melalui Menpar ciri khas Negeri Seribu Suluk dapat dikenalkan ke tingkat nasional. Kita berharap Menpar ikut memperhatikan pembangunan Kabupaten Rohul khususnya bidang pariwisata, pungkas mantan Kabag Humas Setda Rohul ini.

Dari Rakornas tersebut, terungkap Kabupaten Rohul masuk dalam 29 dari 513 kabupaten/ kota se Indonesia yang telah mempunyai Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dan baru terbentuk 50 persen se-Indonesia.

Di masa akan datang, pengembangan dan promosi pariwisata di seluruh daerah akan dimaksimalkan melalui media sosial atau wisata destinasi digital.Penggerak destinasi digital, merupakan para kalangan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan GenPI, yang dibentuk di Kemenpar, provinsi maupun kabupaten/ kota, sampai ke tengah-tengah masyarakat.Pengembangan pariwisata dengan melibatkan masyarakat lokal akan menimbulkan kreativitas dan modifikasi yang menarik. Hal ini akan mewujudkan wisata yang aman, nyaman serta bersahabat sesuai nilai-nilai lokal di suatu daerah terang Kadis Parbud. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!