Selasa, 23 April 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Budaya
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:05:32
Mahasiswa UPP Kini Diwajibkan Ikuti‎ Mata Kuliah Budaya Melayu
HUMAS SETDAKAB ROKAN HULU
Kegiatan Kuliah umum dan Pentas seni budaya Melayu, di Convention Hall Masjid Agung Islamic Centre, Senin (14/1/2019) pagi.
Pasir Pengaraian 
(mahardikanews) 
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Universitas Pasir Pengaraian (UPP), mengadakan acara Kuliah umum tentang peran generasi dalam melestarikan budaya Melayu Rohul, sekaligus penetapan lokasi pusat pengembangan seni budaya 7 (tujuh) suku besar di daerah Kabupaten Rohul.

"Dalam kegiatan Kuliah umum dan Pentas seni budaya Melayu ini, kiranya generasi muda kedepan‎ mampu bergaul dan berinteraksi dengan suku-suku lain dengan mempelajari budayanya untuk menjamin keberlangsungan daerah yang majemuk dalam bingkai NKRI", kata Rektor UPP Dr Adolf Bastian, usai peluncuran Tari Tepak Sirih yang sebelumnya bernama Tari Persembahan, ditampilkan oleh mahasiswi UPP, sekaligus pengenalan buku terjemahan Auf Neuen Wegen Durch Sumatra Max Mozkowski, di Convention Hall Masjid Agung Islamic Centre, Pasir Pengaraian, Senin (14/1/2019) pagi.

Dr Adolf menilai, kreasi yang dilahirkan UPP untuk mengganti nama Tari Persembahan menjadi Tari Tepak Sirih agar lebih mengarah kepada Melayu Deli.

Hal itu, terangnya, sebagai wujud kerja sama prakarsa kampus UPP dengan Disparbud yang melahirkan kolaborasi dalam pengembangan budaya Rokan Hulu.

"Yang kita gali dari nilai di Rohul ini munculah Tari Tepak Sirih. Insya Allah jadi pengganti Tari Persembahan. Kampus juga akan bertanggungjawab melestarikan budaya yang ada di Rohul, sehingga kemajemukan lebih menyatu dibawah tuan rumah budaya Melayu", imbuh Rektor UPP Adolf Bastian, dihadapan Bupati Rohul H Sukiman didampingi Forkopimda, para kepala OPD dan pejabat Pemkab Rohul, mahasiswa, paguyuban dan 2 tokoh budaya dan cendekiawan Riau asal Rohul, Dr Al Azhar dan Dr drh H Chaidir.

Selain itu, Dr Adolf menyatakan kampus UPP juga telah menerapkan mata kuliah budaya Melayu untuk 1 semester. Seluruh mahasiswa UPP disetiap program studi atau prodi, kini diwajibkan mengikuti‎ mata kuliah budaya Melayu, diiringi diskusi tentang budaya lain yang hidup dan berkembang di daerah Kabupaten Rohul.*(amb)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!