Minggu, 26 Mei 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Budaya
Senin, 6 Mei 2019 | 07:47:42
Bupati Potang Bolimau di Rokan Kanan
MAHARDIKANEWS TIM
Bupati Rokan Hulu Sukiman, didampingi ketua TP PKK, memandikan seorang masyarakat dengan air limau di water front city, Pasir Pengaraian, Minggu (5/5/2019) sore.
Pasir Pengaraian 
(mahardikanews) 
Bupati Rokan Hulu (Rohul) menghadiri dan mengikuti tradisi Potang Bolimau atau Balimau bersama ribuan masyarakat di kawasan Water Front City Pasir Pengaraian, Rambah, Rohul, Riau, Minggu (5/5/2019) sore.

Bupati bersama rombongan mengawali kegiatan dengan pawai yang diiringi sejumlah grup rebana dari berbagai Kecamatan dari Masjid Jami' Desa Babussalam Rambah. Saat tiba di lokasi acara, Bupati disambut dengan seni bela diri tradisional pencak silat.

“Tradisi Potang Bolimau adalah mandi limau atau jeruk di petang hari menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, dan merupakan tradisi tertua adat nenek moyang di Negeri Seribu Suluk ini dilakukan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah 2019 Masehi ini", kata Bupati Rohul H Sukiman, dihadapan ribuan masyarakat.

Bupati menilai, tradisi potang bolimau merupakan momen yang tepat bagi semua masyarakat, terutama untuk masyarakat yang merantau keluar daerah. Menjelang bulan suci Ramadhan, mereka bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk menjenguk dan berkumpul bersama keluarganya.

Potang Bolimau juga, terangnya sebagai simbolis untuk membersihkan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, serta menyambut puasa dengan niat baik, suci dan bersih.

“Marilah kita sambut bulan penuh berkah ini dengan gembira dan ikhlas, serta dapat menambah amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini”, imbuh Sukiman, didampingi Sekda Abdul Haris, Ketua TP PKK Hj Peni Herawati, Forkompinda, kepala OPD, tokoh agama, dan para pemuka adat di Rohul.

Di samping itu, Sukiman meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Rohul kedepan dapat memfungsikan dan merawat kembali bangunan-bangunan yang berada di kawasan Water Front City. Karena, kawasan tersebut dinilai bisa menjadi tempat berkumpulnya keluarga, dan sebagai sarana olahraga bagi masyarakat di Negeri Seribu Suluk.

Hal senada, Ketua Panitia Potang Bolimau Ir H Muhammad Ruslan, menilai kegiatan tersebut merupakan tradisi masyarakat Rohul sebagai ajang silaturahmi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tradisi balimau yang dilakukan di Rohul, menurutnya juga turut dilaksanakan di daerah-daerah lain. Meski berbeda nama, namun tetap satu tujuannya, yakni dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Di Rohul terangnya, terdapat 2 nama tradisi yang paling dikenal dan selalu rutin dilaksanakan setiap tahunnya, yaitu tradisi Potang Bolimau di Sungai Batang Lubuh Pasir Pengaraian dan tradisi Balimau Cono di Sungai Rokan Ujung Batu.

“Untuk tradisi bernama potang bolimau biasa dilakukan masyarakat di wilayah kanan Rohul atau Rokan Kanan, salah satunya di Kecamatan Rambah. Sedangkan tradisi bolimau cono dilaksanakan oleh masyarakat Rokan Kiri di Kecamatan Ujung Batu dan sekitarnya”, tandas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Rohul itu.

Diakhir kegiatan, Bupati dan Sekda secara simbolis menyalurkan dan menyerahkan santunan kepada anak yatim, serta memandikannya dengan air limau yang telah disediakan panitia.*(mnc/amb)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!