Selasa, 14 Agustus 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Sabtu, 31 Maret 2018 | 17:09:35
Jadwal Serah Terima Sarana Prasarana Proyek Sanitasi di Desa Pematang Tebih Ujungbatu Ditunda
MAHARDIKANEWS.COM/ TIM
Bangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Kombinasi Komunal MCK Swakelola di Desa Pematang Tebih Ujungbatu
UJUNGBATU
(MahardikaNews)
Serah terima sarana prasarana proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kombinasi Komunal Mandi Cuci Kakus (MCK) swakelola atau pemberdayaan di Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu, Rokan Hulu (Rohul), Riau, yang diagendakan dan dijadwalkan pada akhir bulan Maret diundur.

"Jadwal serah terima sarana prasarana pembangunan IPAL Kombinasi Komunal MCK di Desa Pematang Tebih Ujungbatu ditunda", kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Rohul, Tetti Herawati, melalui telefon selulernya, Sabtu (31/3/2018) siang.

Ditunda dan diundurnya serah terima, Terang Tetti, bukan disebabkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Karya Bersama Desa Pematang Tebih Ujungbatu Namun karena dirinya bersama Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) sedang berada di Jakarta dalam agenda pengajuan dan pengusulan berkas untuk pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Rohul pada tahun yang akan datang.

"Saya didampingi Akmal Syafri selaku TFL sedang di Jakarta, agenda mengajukan proposal untuk anggaran DAK tahun 2019 ke Rohul. Jadi serah terimanya ditunda. Kita ingin secepatnya. Senin (2/4) mendatang akan kita berkoordinasi lagi dengan KSM untuk memastikan harinya", ucap Tetti singkat.

Sebelumnya, Senin (19/3), Tetti menjelaskan, dasar kendala atas terlambatnya menyerahterimakan sarana prasarana sanitasi antara KSM dengan Dinas PKP Rohul dikarenakan anggaran DAK yang diperuntukan dari Pusat ke kas daerah Rohul melalui Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah Rohul dan ditransfer ke rekening KSM diterima pada akhir bulan November 2017 lalu.

Sebelum serah terima dengan KSM yang melibatkan Camat dan Kepala Desa setempat, Tegas Tetti, Pihaknya akan terlebih dahulu cross check atau memeriksa kembali dan melakukan evaluasi terhadap proyek pembangunan yang dikerjakan oleh KSM.

Ia memastikan, selama proses evaluasi dilakukan dan ditemui pembangunan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur, Sanksi kepada pihak KSM yang mengaku pekerjaan itu sudah tuntas 100 persen akan mempertanggungjawabkan pekerjaan hingga benar-benar tuntas seperti pedoman atau acuan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!