Senin, 24 September 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Jumat, 17 Agustus 2018 | 21:00:16
DPRD Pelalawan Balik Jadwalkan Hearing Dengan PT SBP September Mendatang
TOMAN. S
Anggota DPRD Pelalawan Hearing dengan Manajemen PT SBP, Rabu (15/8/2018), di kantor Komisi I DPRD, Jalan Sultan Syarif Hasyim, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.
PELALAWAN
(MahardikaNews)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mengadakan rapat dengar pendapat atau Hearing dengan pihak manajemen PT Surya Bratasena Plantation (SBP), di kantor Komisi I DPRD, Jalan Sultan Syarif Hasyim, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Dalam Hearing yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Pelalawan Supriyanto, didampingi Wakil Ketua Komisi I Abdullah, anggota DPRD Pelalawan Komisi I Fraksi Nasdem Rustam Sinaga dan dihadiri pihak dari Dinas Perkebunan Pelalawan, Dinas Lingkungan Hidup serta Tim Indonesia Duta Lingkungan Hidup (IDLH) itu belum memperoleh hasil keputusan.

Pada pertemuan itu, pihak DPRD meminta penjelasan aktualitas kepada pihak Perusahaan terhadap tindak lanjut laporan yang disampaikan Tim IDLH Pelalawan. Namun, perwakilan dari manajemen PT SBP tidak dapat memberi keterangan pasti dan akurat atas dugaan lahan milik masyarakat yang dikuasai Perusahaan.

"Kedepan, apabila perwakilan tidak dapat memberi keterangan lebih baik tidak usah ikut rapat. Seharusnya, yang ikut Hearing (Pimpinan) yang mengetahui persoalan", ucap salah seorang anggota DPRD Pelalawan, Rabu (15/8/2018) kepada manajemen PT BSP.

Alhasil, pihak DPRD akhirnya memutuskan akan kembali mengadakan Hearing pada minggu pertama di bulan September 2018 mendatang, dengan mendatangkan dan menghadirkan Pimpinan Perusahaan.

Lebih dahulu, Ketua IDLH Pelalawan, mengatakan pihaknya melaporkan PT SBP ke DPRD Pelalawan, Senin (4/6) lalu, atas dugaan Perusahaan yang menguasai lahan diluar izin Hak Guna Usaha (HGU) karena menggarap dan menguasai lahan milik masyarakat.

Hal itu, Terangnya, berdasarkan data hasil investigasi dan temuan Tim IDLH yang mengambil titik koodirnat di areal lahan perkebunan PT SBP yang diduga menyerobot dan menguasai luas lahan milik masyarakat.*toman.s
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!