Sabtu, 20 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Selasa, 18 September 2018 | 16:44:26
Kadiskoperindag Rohul : Seluruh Pangkalan Supaya Mendistribusikan Elpiji Tabung 3 kg Sesuai Ketentuan
Maruba Habeahan

Ket Foto :
Usai pertemuan, Kadiskoperindag Rohul diwakili Kabid dan Kasi Perdagangan, foto bersama dgn para pemilik pangkalan Elpiji, tokoh masyarakat dan sejumlah masyarakat Tandun, Selasa 18-9-2018 di aula Kantor Camat setempat

Tandun (Mahardikanews) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (18/9) gelar pertemuan dengan para pemilik pangkalan Elpiji/LPG (Liquified Petroleum Gas) se-Kecamatan Tandun di aula Kantor Camat Tandun.

Hadir Kadiskoperindag diwakili Kabid Perdagangan, Asri dan didampingi Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, H Abidin Nasution, Camat diwakili Kasi PMD, H Didik Rianto,  Kapolsek AKP Nurman,  Kades Tandun Zulheri, Tokoh Masyarakat Syawir J, para pemilik pangkalan Elpiji, limapuluhan masyarakat Tandun diantaranya Despanri, serta undangan lainnya.

Usai pertemuan, Kabid Perdagangan didampingi Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, kepada mahardikanews.com menyebutkan, " Seluruh Pangkalan di Kabupaten Rohul pada umumnya dan Kecamatan Tandun khususnya supaya mendistribusikan Elpiji tabung 3 (tiga) kg sesuai ketentuan, dan kalau dilanggar terima sanksi " , sanksi dapat berupa pidana, administrasi dan yang lainnya, ungkapnya. 

Dalam pertemuan Kabid menghimbau, agar para Kades mendata seluruh warganya yang layak menerima Elpiji tabung tiga kg yang merupakan subsidi pemerintah tersebut. Datanya diserahkan ke Diskoperindag, berdasarkan data dan jumlah tersebut akan diadakan pasokan ke pangkalan-pangkalan yang ada di masing-masing desa. Untuk sementara pendistribusian kepada para pedagang/Kios agar disetop, dan diutamakan kepada para konsumen.

Sebenarnya sesuai ketentuan,
yang berhak mendapat Elpiji subsidi tersebut adalah masyarakat miskin, sedangkan bagi para pedagang, ASN (Aparatur Sipil Negara), TNI & POLRI tidak berhak mendapatkannya, karena mereka dikategorikan berpenghasilan rata-rata Rp3 juta/bulan, pungkasnya.

Pada pertemuan juga diadakan tanya jawab, seputar permasalahan Elpiji 3 kg. Sejumlah penanya diantaranya Despanri mewakili masyarakat, Syawir J dari tokoh masyarakat, Kades Tandun, dan mewakili pemilik pangkalan. 

Pemilik pangkalan dalam sesi tanya jawab menyebutkan, terpaksa menjual Elpiji tabung 3 kg seharga Rp23 ribu diatas HET Rp20,5 ribu, dengan alasan ada berapa tambahan biaya seperti upah bongkar, pembuatan faktur dan administrasi lainnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tandun menghimbau agar para pemilik pangkalan kompak menetapkan dengan harga yang seragam.

Menjawab pertanyaan, Despanri menyebutkan yang dipermasalahkannya terhadap salah satu pangkalan Elpiji di Tandun tersebut adalah, pemilik pangkalan tersebut mengutamakan pendistribusian Elpiji 3 kg kepada para pedagang dan kerabatnya. Sehingga masyarakat yang selayaknya mendapatkan Elpiji subsidi pemerintah tersebut tidak mendapatkannya lagi dan mereka terpaksa membelinya ke pedagang/kios Elpiji dengan harga jauh diatas HET (harga eceran tertinggi), yakni Rp30 ribu, sedangkan HET Rp20,5 ribu, kenaikan mencapai 46 %, saya prihatin terhadap warga tidak mampu itu, terang Wartawan Harian Koran Riau dan anggota PWI Rohul ini. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!