Sabtu, 15 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Rabu, 14 November 2018 | 00:19:40
BPN Rokan Hulu Akan Tuntaskan PTSL
MAHARDIKANEWS TIM
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agraria dan Tata Ruang daerah Kabupaten Rokan Hulu, komplek Bina Praja Pemerintah Daerah, Pasir Pengaraian, Rambah.

Pasir Pengaraian

(mahardikanews)

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agraria dan Tata Ruang daerah Kabupaten Rokan Hulu memastikan akan merampungkan puluhan ribu program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2018 untuk masyarakat Rokan Hulu.

"Program PTSL yang kita giatkan tahun ini sudah hampir 70 persen, hanya tinggal 30 persen lagi yang harus diselesaikan, yakni dari target 20.000 bidang tanah sudah 18.725 yang kita rampungkan sejak awal Januari lalu sampai akhir Oktober ini", kata Manajer Pelayanan BPN Rokan Hulu, Dwi Tuhu, Selasa (13/11/2018), di Pasir Pengaraian.

Dwi menargetkan, PTSL yang diawali sejak bulan Januari lalu akan tuntas diakhir bulan Desember 2018 mendatang. Sebab dalam tahapannya, hanya sekitar 30 persen lagi untuk pencapaian proses finising atau tahap akhir seperti penandatanganan dan evaluasi lainnya.

Untuk bidang tanah, Pihaknya mendata, jumlah persil sertifikat di daerah Kabupaten Rokan Hulu tahun 2018 naik lebih banyak dibandingkan jumlah persil tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 7.500 persil atau bidang tanah.

Pada biaya proses pengurusan sertifikat PTSL, Ia memastikan, sesuai dengan peraturan Pemerintah yang ditetapkan, meskipun terdapat biaya-biaya yang dibebankan kepada masyarakat, meliputi pembiayaan transportasi aparat Desa, biaya Warkah dan biaya lainnya.

"Kalau dari BPN sertifikat PTSL ini gratis sampai biaya pengukurannya. Masyarakat hanya akan dibebankan pembiayaan dasar surat tanah dari Desa dan Kelurahan, kemudian biaya patok, materai dan biaya pendamping petugas BPN yang bertugas kelapangan dari Desa ke tempat pengukuran, selain PBB dan BPHTB", ujar Manajer Pelayanan BPN Rokan Hulu Dwi Tuhu.

Dwi menambahkan, petugas BPN juga memiliki kendala dan kesulitan dalam pengurusan sertifikat PTSL atas kurangnya pegawai yang akan turun kelapangan untuk meninjau dari Ibu kota Kabupaten Pasir Pengaraian ke sejumlah Desa yang masih terisolir atau terpencil karena berbatasan dengan beberapa Provinsi tetangga sekitar wilayah Riau.*amb

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!