Jum'at, 22 Februari 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Jumat, 8 Februari 2019 | 09:21:47
Advertorial Pemkab Pelalawan
Dinas PUPR Pelalawan Selesaikan Program Bedah Rumah Sebanyak 300 Unit
Toman Sipahutar
Tomas,  Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kab Pelalawan, Provinsi Riau

Pangkalan Kerinci (Mahardikanews) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, telah menyelesaikan sebanyak 300 unit rumah warga yang merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal program bedah rumah. Keseluruhannya berada di enam kecamatan yakni, Kecamatan Langgam, Sikijang, Pangkalan Kerinci, Bunut, Pangkalan Kuras dan Kuala Kampar.

Jumlah desa yang mendapatkan jatah bedah rumah tersebut bervariasi, ada 20 desa dan ada yang 15 desa setiap kecamatan dari keenam kecamatan tersebut, dengan Konsultan sebanyak 15 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Tomas kepada Mahardikanews.com, Kamis (7/2/2019) di ruang kerjanya.

Lebih jauh disebutkan, pelaksanaan program yang dananya bersumber dari APBN tahun anggaran 2018 tersebut, telah sesuai dengan aturan dan ketentuan dari pemerintah pusat. Sebelumnya telah diberitahukan kepada setiap warga yang mendapatkan, bahwa jumlah anggaran yang dialokasikan adalah Rp15 juta/rumah, dengan perincian bahan bangunan Rp12 juta dan upah Rp3 juta.

Pada intinya dana sebesar Rp12 juta tersebut, adalah merupakan dana pancingan kiranya warga sekitar yang berkemampuan tergerak hatinya untuk membantu warga yang kurang mampu untuk mendapatkan rumah yang layak huni. Disisi lain warga juga dapat meperluas rumahnya dengan menyediakan dana pribadi untuk menambah anggaran yang disiapkan pemerintah tersebut.

Ada suatu kasus sesuai dengan konfirmasi wartawan maupun LSM kepada Dinas PUPR baru-baru ini terkait dengan rumah warga yang terbengkalai penyelesaiannya. Hal itu adalah disebabkan, warga yang mendapatkan program tersebut meminta kepada pelaksana bangunan agar rumahnya diperbesar, namun dalam prosesnya dananya tidak mencukupi karena biaya pembangunannya melampau anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp12 juta tersebut, pungkas Tomas. (Toman Sipahutar)

.

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!