Rabu, 19 Juni 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Selasa, 21 Mei 2019 | 19:36:38
Perusahaan Dihimbau Bayarkan THR Tepat Waktu
MAHARDIKANEWS TIM
Kantor Dinas Koperasi usaha kecil menengah, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Diskoptransnaker) Kabupaten Rokan Hulu, Jln Diponegoro Km 4 Pasir Pengaraian.

Pasir Pengaraian 

(mahardikanews) 

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Diskoptransnaker) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) membuka Posko bagi para pekerja/buruh untuk laporan pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).


“Bagi pekerja/buruh yang belum‎ menerima THR Keagamaan sampai 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri atau H-7, bisa melapor ke posko pengaduan THR di kantor Diskoptransnaker Rohul, atau dapat menghubungi nomor kontak 081371718844, 085255003421, dan 085263792688”, sebut Kepala Diskoptransnaker Rohul Herry Islami, melalui Sekretaris Hasbikar, Selasa (21/5/2019), di Pasir Pengaraian.


Posko pengaduan THR tersebut, akan dibuka mulai H-7 sampai H+10 setelah hari raya Idul Fitri. Setiap pengaduan dari pekerja/buruh tegasnya, akan langsung segera ditindaklanjuti Diskoptransnaker.


Pihaknya menyatakan hanya berstatus sebagai anjuran atau imbauan, yang memerintahkan perusahaan atau pengusaha untuk segera membayarkan THR keagamaan. Sedangkan Sanksi, terdapat pada pengawas di Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Provinsi Riau.


“Himbauan itu berdasarkan Surat Edaran (SE) oleh Bupati Rohul H Sukiman nomor: 560/Diskoptransnaker-TKHI/33.10, tentang pemberitahuan THR Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan, tertanggal 15 Mei 2019”, kata Hasbikar.


Dia memaparkan, selain poin isi SE Bupati yang berpedoman dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), juga terdapat SE dari Gubernur Riau nomor: 84/SE/2019 tanggal 13 Mei 2019, tentang THR keagamaan tahun 2019.


Dalam edaran pertama Menaker terangnya, pengusaha wajib membayar THR ke pekerja/buruh paling lambat 7 hari atau H-7 sebelum hari raya keagamaan, sesuai Permenaker nomor 6 tahun 2016.


Kedua, pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang masa kerjanya 1 bulan secara terus menerus‎, termasuk karyawan berstatus Buruh Harian Lepas (BHL) dan Karyawan Harian Lepas (KHL).


Ketiga, besaran THR keagamaan ke pekerja/buruh ditetapkan sesuai perhitungan. Pekerja yang wajib menerima THR, yakni BHL dan KHL yang telah bekerja selama 12 bulan atau 1 tahun secara terus menerus ataupun sedang berlanjut.


Pada poin edaran keempat, apabila pemberian tunjangan sudah diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan nilainya lebih besar dari nilai THR keagamaan, maka yang dibayarkan ke pekerja/buruh harus sesuai dengan PP atau PKB.


Sedangkan untuk pekerja yang masa kerjanya 1 bulan secara terus menerus, namun kurang dari 12 bulan akan diberikan secara proposional oleh perusahaan dengan perhitungan masa kerja dikali 1 bulan upah dibagi 12.


“Perusahaan atau pengusaha yang ada di Kabupaten Rohul untuk segera membayarkan THR tepat waktu,‎ minimal H-7 hari raya Idul Fitri. Edaran itu juga sudah kita sebarkan ke seluruh perusahaan sejak Kamis 16 Mei lalu. Kita harap seluruh perusahaan cepat membayar THR ke pekerja/buruh. Sebab ini hak mereka” tandas Sekretaris Diskoptransnaker Rohul Hasbikar.*(mnc/amb)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!