Jum'at, 22 November 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Senin, 14 Oktober 2019 | 06:58:51
Bupati: HUT Rohul di Tahun 2019 Punya Arti Tersendiri
MAHARDIKANEWS TIM
Bupati Rokan Hulu Sukiman, didampingi jajaran Forkopimda memasuki lapangan upacara peringatan HUT ke-20 Kabupaten, di lapangan kantor Bupati, Sabtu (12/10/2019) pagi.

Rokan Hulu 

(mahardikanews) 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) menggelar upacara peringatan hari jadi kabupaten ke-20 di lapangan kantor Bupati.


Sejumlah atraksi kesenian daerah mulai dari gondang barogong, kuda lumping, reog ponorogo‎, pencak silat sunda, hingga tari piring sumatera barat, mengawali acara sebelum dilangsungkannya upacara. Para penari tari tepak sirih dari Balai Proco binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rohul juga tampil membuka peringatan hari ulang tahun daerah Negeri Seribu Suluk.


“Hari jadi kabupaten tahun ini (12 Oktober 1999 - 12 Oktober 2019) mempunyai arti tersendiri dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini sudah genap berusia 20 tahun. Kurun waktu yang panjang telah dilewati untuk bekerjasama dalam membangun dan menjadikan daerah ini sebagai kebanggaan masyarakat”, kata Bupati Rohul Sukiman, Sabtu (12/10/2019) pagi, yang bertindak sebagai Inspektur upacara, dengan‎ Komandan Upacara Camat Rambah Samo Adi Irawan, di lapangan kantor Bupati, komplek Bina Praja Pemda, Pasir Pengaraian.


Arti atau makna tersendiri itu kata Bupati, karena peringatan tahun ini sejalan berdasarkan tema "Dengan hari jadi Kabupaten Rohul ke-20, kita siapkan manusia unggul dan tingkatkan semangat serta spirit Membangun Desa Menata Kota untuk meraih daerah yang bermarwah menuju Rohul berbudaya, maju, merata, dan sejahtera"‎.


Pada momentum tersebut, semua pihak diajaknya untuk kembali bermuhasabah dan merekonstruksi hal-hal baik yang perlu dipertahankan serta memperbaiki riwayat yang kurang baik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tumbuhnya daya saing perekonomian di Rohul kini menurutnya telah mulai membuahkan hasil.


Berdasarkan data badan pusat statistik atau BPS Kabupaten Rohul tahun 2016-2017, pertumbuhan ekonomi naik dari angka 4,73% (persen) menjadi 5,56%. Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB per kapita juga meningkat dari 21,78 juta menjadi 22,99 juta. Tingkat kemiskinan masyarakat turut mengalami penurunan dari angka 10,94% menjadi 10,80%.


Kemudian tingkat pengangguran menurun dari angka 7,20% menjadi 6,17%. Lalu indeks kepuasan masyarakat naik dari 83,32% menjadi 84,04%. Peningkatan indeks pembangunan manusia masyarakat Rohul 2016-2017 juga didata mengalami kenaikan dari angka 67,86  menjadi 68,67.


Peringatan HUT kabupaten terangnya merupakan momentum agar kembali mengingat dan mengenang tokoh-tokoh Rohul yang ikut serta berperan, baik secara langsung maupun tidak langsung berjuang untuk menjadikan Negeri Seribu Suluk sebagai salah satu kabupaten otonomi yang berdiri sendiri di Provinsi Riau.


Seluruh elemen masyarakat juga menurut Bupati sudah sepantasnya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada para tokoh-tokoh pendiri kabupaten, mengingat dengan jasa dan perjuangan serta usaha yang telah diukir puluhan tahun silam untuk melahirkan sebuah kabupaten.


Pemkab juga kedepan dipastikannya akan memikirkan dan mencarikan solusi penghargaan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai bentuk terima kasih pemerintah dan masyarakat atas jasa-jasa pendiri dahulu.


Untuk seluruh lembaga yang tergabung dalam pemerintahan eksekutif, legislatif, serta berbagai elemen dan komponen di dalam masyarakat juga diingatkannya memiliki kewajiban untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan para pendiri Rohul seperti melakukan pembangunan sesuai bidang masing-masing, guna memajukan kabupaten dan menyejahterakan masyarakat daerah sesuai visi misi Rohul saat ini yang termuat dalam semboyan "Membangun Desa, Menata Kota".


Visi tersebut menurutnya mengandung sebuah ketekadan untuk menjadikan model pembangunan Kabupaten Rohul yang banyak berorientasi terhadap pedesaan, tanpa bermaksud menyampingkan wilayah tata perkotaaan.‎ Dalam arti, saat ini desa diberikan porsi pembangunan lebih dari pada kota, mengingat wilayah pedesaan masih lebih kurang mendapatkan sentuhan pembangunan daripada kota.


Berbagai usaha dan cita-cita yang akan dicapai sebagai Negeri Religius kedepan juga tidak lepas dari pertolongan dan ridho Allah SWT, dalam memberikan kekuatan dan semangat tinggi untuk terus melanjutkan pembangunan daerah dari kota sampai ke desa.


Di samping itu, Bupati Rohul Sukiman menyampaikan kegembiraan dan kebanggaan masyarakat di hari jadi daerahnya ke-20. Kabupaten memperoleh kado istimewa berupa apresiasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Bidang Karya Budaya Tak Benda untuk karya asal Rohul yang ditetapkan masuk sebagai warisan budaya tak benda atau WBTB Indonesia tahun 2019.


Karya-karya budaya asal Rohul yang ditetapkan masuk menjadi WBTB, yakni Buwong Kuayang dan Tari Cegak. Kedua karya besar tersebut telah mendapatkan sertifikasi atau hak paten dari Mendikbud, dan merupakan salah satu usaha dalam memajukan kebudayaan di Rohul. Hak paten yang diterima juga merupakan warisan sepanjang masa karya bersama milik daerah, seperti Ratik Bosa atau Ratik Togak, dan Silek Tigo Bulan.


Bupati menghimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Rohul terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan, perhatian, dan kerjasama dalam menyukseskan pembangunan daerah yang telah direncanakan dalam berbagai bidang.‎ Karena penyelenggaraan pemerintahan dan program-program pembangunan daerah tidak akan berjalan dengan baik bila tidak didukung oleh segenap elemen dan kelompok masyarakat.


Selama kurun waktu 20 tahun khususnya dua tahun terakhir di tahun 2019 ini, Pemkab Rohul diakuinya telah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang yang disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat, diikuti dengan perencanaan yang teliti serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.


Hasil yang telah diperoleh telah dibuktikan dengan beberapa apresiasi dan penghargaan yang diterima. Walaupun demikian Pemkab menurutnya tidak akan berpuas diri, melainkan harus tetap melaksanakan inovasi dan kreasi serta terobosan-terobosan dalam rangka memajukan kabupaten.


Mantan Komandan Distrik Militer Indragiri Hilir itu mengajak agar bergandengan tangan, seirama, dan saling menguatkan satu sama lain. Dengan demikian dipastikan akan mampu menyelesaikan berbagai hambatan, tantangan, dan persoalan dalam berbagai sektor pembangunan yang masih dalam perencanaan maupun yang tengah proses pembangunan.


“Dengan harapan dari waktu ke waktu kabupaten ini harus terus maju, pembangunan dapat dilaksanakan lebih merata, dan masa-masa masyarakatnya kedepan dapat tambah lebih sejahtera”, tandas Bupati Rohul Sukiman, dihadapan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Sekda Abdul Haris, jajaran Forkopimda, sejumlah anggota DPRD, para pejabat dan kepala OPD, tokoh-tokoh, organisasi wanita, ormas, stakeholder, para Camat dan Kepala Desa se-Rohul.*(red-mnc)




Editor: AMBAR

©2019 MAHARDIKANEWS

all right reserved

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!