Sabtu, 04 Juli 2020
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Daerah
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:31:09
Tim gugus tugas COVID-19 di Rohul fokus ke perbatasan Provinsi Zona Merah
MAHARDIKANEWS TIM
Muhammad Zaki, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rokan Hulu (Rohul) bidang pemerintahan.
Pasir Pengaraian 
(mahardikanews) 
Tim gugus tugas COVID-19 daerah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai menonaktifkan sejumlah posko check point di beberapa wilayah kecamatan perbatasan.

Asisten I Setdakab Rohul bidang pemerintahan Muhammad Zaki, mengatakan dinonaktifkannya beberapa posko seiring dengan telah selesainya masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, serta akan diterapkannya New Normal di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Gugus tugas Kabupeten mulai hari ini nonaktifkan para petugasnya di 3 (tiga) dari 6 posko check point di Kecamatan Tandun, Kabun dan Bonai Darusalam, yang berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Bengkalis”, ujar M Zaki, Jumat (29/5/2020), usai memimpin rapat koordinasi persiapan new normal masyarakat produktif dan aman COVID-19, sekaligus pembahasan keberlanjutan petugas pos pengamanan perbatasan, di Pasir Pengaraian.

M Zaki mengklaim, pendirian 6 posko di wilayah perbatasan awalnya bertujuan mendukung PSBB serta meminimalisir penyebaran virus corona di Kabupaten Kampar, Bengkalis, dan Kota Pekanbaru. Namun karena pelaksanaan PSBB di daerah tersebut telah usai dan akan memasuki tahapan new normal, maka 3 posko di Rohul dinonaktifkan.

Dinonaktifkannya 3 posko check point, maka gugus tugas Pemkab Rohul terangnya tidak lagi menempatkan petugas seperti personel Satpol PP, Medis, dan personel Dinas Perhubungan yang sebelumnya melakukan screening (penyaringan) pemeriksaan kesehatan orang yang masuk dan keluar Rohul.

Selain tidak menempatkan personel di perbatasan Rohul dengan kabupaten/kota di Riau yang melaksanakan PSBB, Dinas terkait juga diakuinya tak akan mencatat warga yang berasal dari kabupaten yang melaksanakan PSBB sebagai orang dalam pengawasan (ODP) jika masuk ke daerah negeri seribu suluk.

Sementara instruksi Gubernur Riau untuk 3 posko lainnya, personel pengawasan akan lebih difokuskan ke daerah perbatasan provinsi zona merah yakni Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut). Posko-posko tersebut berada di Rokan IV Koto yang berbatasan dengan Pasaman - Sumbar, Tambusai dengan Padang Lawas - Sumut, dan Tambusai Utara dengan Padang Lawas - Sumut.

“Selain memfokuskan 3 posko, kita juga akan menambah 1 posko check point lagi di wilayah Kecamatan Bangun Purba, karena secara geografis berbatasan dengan Sumut”, tandas M Zaki, yang turut dihadiri pejabat Forkopimda dan para kepala OPD yang terlibat dalam penanganan COVID-19.
(red-mnc)




Editor: AMBAR
©2020 MAHARDIKANEWS
all right reserved
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!