Rabu, 20 Juni 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Ekonomi
Kamis, 12 November 2015 | 22:50:12
Realisasi 60 %, 100 KK Warga Desa Serombu Indah Dapat Bantuan BBR Senilai Rp2 milyar
Pasir Pengaraian (Mahardikanews)
Seratus kepala keluarga (KK) di Dusun Pekan Lama, Desa Serombou Indah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berada di daerah rawan banjir menerima Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) dari Kementrian Sosial (Kemensos) dengan total dana Rp 2 miliar.

Kades Serombou Indah, Basri, mengatakan BBR dari Kemensos merupakan bantuan rumah layak huni berukuran 6 meter kali enam meter untuk seluruh KK warga Dusun Pekan Lama yang berada di daerah rawan banjir, tidak mengenal tingkat sosial.

Setiap KK penerima menerima bantuan senilai Rp 20 juta dengan dua kali termin atau pencairan. Tahap pertama Rp 10 juta pada September 2015, dan tahap dua pada bulan ini, November 2015.

"Bantuan Bahan Bangunan Rumah dari Kementrian ini untuk merelokasi seluruh warga dari daerah rawan banjir ke daerah aman atau lebih tinggi, namun masih di dusun itu (Pekan Lama)," ujar Basri kepada wartawan di Pasirpangaraian, Kamis (12/11).

Ia mengungkapkan bantuan BBR senilai Rp 20 juta dari Kemensos diberikan dalam bahan bangunan, seperti semen, batu bata, atap seng, kosen, pasir batu, dan lainnya. Bantuan ini merupakan pengajuan proposal dari Pemerintahan Desa Serombou Indah pada 2008 silam.

"Untuk lahan telah disediakan oleh penerima, karena tidak ditanggung oleh pemerintah," jelasnya.

Basri mengungkapkan proyek BBR di Pekan Lama sudah harus selesai akhir November 2015 nanti. Sementara, persentase pengerjaan sendiri sudah terealisasi sekira 60 persen.

"Jadi sebelum dibantu, pihak Kementrian (Sosial) sudah datang langsung ke lapangan, dan bicara langsung dengan masyarakat (Pekan Lama). Dan masyarakat setuju mereka direlokasi," kata Basri dan mengakui lahan yang ditinggal tetap milik warga sepenuhnya.

Kades Basri meyakinkan bahwa penerima BBR dari Kemensos tidak ada warga dari luar desa atau keluarga pejabat. Seluruh KK penerima adalah warga Pekan Lama.

Untuk pengerjaan, sebut dia, penerima BBR harus mengerjakan sendiri rumahnya atau pakai jasa tukang dengan biaya ditanggun sendiri. Pemerintah hanya bantu bahan bangunan senilai Rp 20 juta. Sejauh ini, Kepala Disosnaker Rohul Herry Islami sendiri sudah turun ke Dusun Pekan Lama, dan melihat langsung rumah warga.

Basri menambahkan bentuk rumah yang dibangun juga sama. Namun, jika ada rumah warga yang lebih besar atau menggunakan atap lain itu merupakan tambahan sendiri dari penerima.

Anggota Badan Pemusyawaratan Desa atau BPD Serombou Indah Zulkifli membenarkan realisasi bantuan sudah sekira 60 persen. Pada termin kedua, sekira 50 KK sudah menerima bantuan, dan 50 KK lagi menyusul.

Sementara, warga Pekan Lama juga penerima bantuan Makmur mengakui BBR dari Kemensos cukup membantu mereka. Ia dan keluarga akan bisa hidup senang, karena selama ini, dusun mereka bisa direndam banjir antara lima sampai enam kali dalam satu tahun.

Makmur mengakui untuk pembangunan rumahnya. Ia harus membayar upah tukang sekira Rp 5 juta. Namun, ia mengakui ia merasa terbantu adanya bantuan bahan bangunan dari Kemensos tersebut. (Mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!