Selasa, 23 April 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Ekonomi
Kamis, 11 April 2019 | 20:39:52
ADVERTORIAL PEMKAB ROKAN HULU
Bupati dan Menteri Tanam Perdana Kebun Sawit Rakyat di Desa Kumain Tandun
MAHARDIKANEWS TIM
Bupati bersama Menteri BUMN tanam perdana perdana di kebun sawit rakyat di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (11/4/2018) siang.

TANDUN 

(mahardikanews) 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Rini Mariani Soemarno, melakukan kunjungan kerja untuk penanaman perdana kebun sawit rakyat di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (11/4/2018) siang.


Bupati Rokan Hulu H Sukiman, didampingi Kapolres AKBP M Hasyim Risahondua dan sejumlah kepala OPD dalam kesempatan itu tampak menyambut Menteri BUMN RI Rini M Soemarno yang datang menggunakan helikopter bersama rombongannya.


Dalam kunjungan kerja Menteri, Bupati berharap program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Dengan harapan, dapat meningkatkan produksi kelapa sawit rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.


"Dengan penanaman tanaman sawit setelah peremajaan ini, kita harap dapat meningkatkan produksi sawit dan kesejahteraan masyarakat meningkat kedepannya", imbuh Bupati Rokan Hulu Sukiman.


Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno, dalam sambutannya menilai peremajaan 725 Hektare (Ha) kelapa sawit milik petani-petani Koperasi Unit Desa Makarti (KUD) Jaya di Desa Kumain Tandun bekerjasama dengan PTPN V merupakan langkah awal pemerintah mendorong program agar lebih luas di Provinsi Riau.


Kunjungan kerjanya menanam perdana tanaman kelapa sawit petani KUD Makarti Jaya di kebun plasma Sei Tapung melalui program "BUMN Untuk Sawit Rakyat" dinilainya sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat petani.


"Bapak Presiden Joko Widodo sudah melihat banyak sekali plasma-plasma yang sudah memasuki satu siklus, sehingga produktivitasnya sangat menurun. Jadi melalui PSR ini, kiranya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani", kata Rini Soemarno, yang dihadiri Gubernur Riau Drs Syamsuar, 4 kepala dan perwakilan kepala daerah Kabupaten di Riau, Dirut Holding PTPN III Dolly Pulungan, Dirut PTPN V Jatmiko Krisna Santosa, pimpinan Bank Riau Kepri dan jajaran pimpinan Himpunan Bank Negara (Himbara) mitra BUMN, karyawan/ti keluarga besar PTPN V, para pelajar, serta ribuan masyarakat Tandun.


Program perdana penanaman sawit bersama dengan KUD Makarti Jaya itu juga dipastikannya merupakan program yang diharapkan bisa memperbaiki kehidupan dan kemakmuran dari para petani-petani sawit plasma di Rokan Hulu.


Kementrian BUMN, kata Rini, mendata peremajaan sawit di Provinsi Riau tahun 2019 akan diawali pada lahan seluas 4.996 Ha. Selanjutnya, tahun 2020 hingga 2025 mendatang ditargetkan 28.000 Ha lahan sawit masyarakat lainnya yang diremajakan di 4 Kabupaten (Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kampar) di Riau.


Dari total jumlah pelaksanaan program itu, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS memberikan hibah sebesar Rp25 juta per Ha kepada setiap petani di lahan 2 Ha. Namun, diakuinya angka tersebut tidak cukup untuk melakukan peremajaan sawit.


"Pendanaan Rp25 juta memang tidak cukup. Peremajaan itu perlu sedikitnya Rp58 juta per Ha. Jadi itu Rp25 juta diberikan tidak harus dikembalikan. Kemudian kita kombinasikanlah dengan kredit usaha rakyat atau KUR Rp33 juta, dengan bunga 7 persen dari Bank Riau Kepri dan Himbara (BRI, Mandiri, BNI) bank mitra BUMN", tandas Rini Soemarno


Di penghujung kegiatan, Menteri BUMN RI bersama Gubernur Riau, 4 kepala dan perwakilan kepala daerah Kabupaten di Riau, Direktur Utama PTPN V, jajaran Direksi hingga pimpinan Perbankan mitra BUMN, menandatangani nota kesepahaman sebagai pedoman dalam melaksanakan program PSR dan atau konversi tanaman karet ke kelapa sawit plasma binaan PTPN V. 


Lalu, Menteri BUMN bersama rombongan melanjutkan penanaman perdana masing-masing 1 tanaman sawit petani KUD Makarti Jaya di Desa Kumain yang akan dikelola PTPN V kebun plasma Sei Tapung.


Kemudian diakhiri penjualan puluhan ribu paket sembako murah yang terdiri dari minyak 1 kilogram (kg), gula pasir 1 kg, 1 bungkus teh dan kopi dengan harga 1 paketnya hanya Rp11.000. Selain itu, pihaknya juga menyediakan bahan bakar minyak solar 5 liter yang dikemas dalam jerigen dengan harga Rp10 ribu produksi dari Pertamina.


"Paket-paket sembako dan minyak solar murah ini disediakan 25 ribu paket dalam rangka HUT Kementerian BUMN yang ke- 22 tahun. Tapi paket ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat petani di Desa Kumain Tandun. Ini merupakan produk bersama sejumlah BUMN bidang perkebunan di Indonesia", tutup Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno.*(adv/kominfo)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!