Rabu, 23 Mei 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Jumat, 1 April 2016 | 20:27:00
Laptop dan Barang Lainnya Raib, Kantor Kades Rambah Hilir Rohul Disatroni Maling
Pasir Pengaraian (Mahardikanews)
Kantor Kepala Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Kamis (31/3) dini hari disatroni maling. Sejumlah barang inventaris raib, diantaranya laptop, sound system, dan kipas angin, raib. Pihak pemerintahan desa diperkirakan mengalami kerugian sekira Rp14 juta.

Aksi pencurian ini sudah dilaporkan oleh Sarinah (46), pegawai Kantor Desa Rambah Hilir ke Polsek Rambah Hilir, Kamis (31/3) sekira pukul 11.00 WIB.

Sesuai LP/17/III/2016/RIAU/Res Rohul/Sek Ramhil, perempuan tinggal di Muara Rumbai Desa Sejati, Kecamatan Rambah Hilir ini memperkirakan pencuri menggasak laptop dan sound system dari Kantor Desa Rambah Hilir pada Kamis dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Aksi pencurian terungkap pada Kamis pagi sekira pukul 07.00 WIB, Cleaning Service Kantor Desa Rambah Hilir bernama Harni (34), melihat pintu kantor desa dalam keadaan terbuka.

"Selanjutnya, saksi bernama Harni ini menghubungi pelapor Sarinah," kata Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino, kepada mahardikanews.com, Jumat (1/4).

Mendengar itu, Sarinah kemudian datang ke Kantor Desa Rambah Hilir, dan mengecek seluruh ruangan. Dari itu terungkap, 1 Laptop merk Acer 14 inci warna biru raib dari ruangan Sekretaris Desa.

"Sound system di ruangan Kades dan satu kipas angin di ruangan BPD juga hilang," ujar Ipda Efendi dan mengatakan pelapor telah melapor ke Camat Rambah Hilir, Lukman Badoe, sebelum melapor ke Polsek Rambah Hilir.

Sarinah, sambung Ipda Efendi, juga mengakui bahwa ia melihat engsel pintu ruangan Sekdes dirusak. Pintu depan kantor desa terbuka, dan di bagian ventilasi udara ditemukan bekas congkelan.

"Kerugian materil diperkirakan lebih kurang Rp14 juta," pungkas Ipda Efendi dan mengakui pelaku masih proses Lidik. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!