Jum'at, 20 Juli 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Jumat, 30 September 2016 | 10:40:39
Diduga Harta Yang Digugat Merupakan Tanah Pusaka, Susilawati Ajukan Banding Terhadap Gugatan Mantan Suami
CARLES
Suasana saat berlangsungnya sidang pemeriksaan setempat, Senin 26-9-2016, di salah satu objek gugatan di jln Sudirman Ujugbatu Kab Rokan Hulu, Prov Riau
Pasir Pengaraian (Mahardikanews)
Diduga harta yang digugat mantan suami, Yus, dan dikabulkan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan putusan nomor 0178/Pdt.G/2014/PA.LK tertanggal 27-8-2015, merupakan tanah pusaka dan bukan harta bersama suami istri. Susilawati Binti Abas (42), warga Ketinggian Jalan Lintas Sumbar-Riau Km 12, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, ajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang, karena dirinya tidak terima putusan PA tersebut. Sedangkan surat putusan cerai mereka telah dikeluarkan PA Limapuluh Kota pada tanggal 5-5-2011.

Atas memori banding yang diajukan pada Oktober 2015 itu, PTA Padang telah mengeluarkan putusan sela nomor 0004/Pdt.G/2016/PTA.Padang, tertanggal 21 Juli 2016. inti putusan adalah, sebelum mengambil putusan akhir memerintahkan kepada majelis hakim limapuluh kota, untuk membuka sidang kembali dengan memanggil para pihak yang berperkara guna melakukan pemeriksaan tambahan. Ini dimaksudkan karena penggugat yaitu mantan suami tidak mengetahui dengan jelas letak (batas-batas) dan ukuran tanah/bangunan yang digugat atas kedua objek perkara, dan beberapa kejanggalan lainnya. 

Hal itu disampaikan Susilawati kepada mahardikanews.com Senin (26/9) di Ujungbatu, di sela-sela pelaksanaan sidang pemeriksaan setempat (descente) atas kedua objek gugatan, yang dilakukan Pengadilan Agama Kabupaten Limapuluh Kota melalui PA Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Lebih jauh disebutkan, saya tidak dapat mengerti gugatan mantan suami atas harta pusaka yang saya peroleh, dikabulkan Pengadilan Agama Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat sebagai harta bersama suami istri. Adapun harta yang digugat tersebut adalah, 1. tanah dengan dua rumah toko (Ruko) diatasnya yang terletak di jalan sudirman RT 01, RW 01 Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Ini adalah merupakan pusaka yang saya peroleh dari saudara sepupu saya Hj Djasni. Untuk persyaratan administrasi pengurusan surat kepemilikan tanah tersebut, memang ada dibuat surat perjanjian tertanggal 29 April 2002, antara saudara sepupu (Hj Djasni) dengan saya, dan dalam surat tersebut ditegaskan bahwa tanah tersebut tidak boleh dijual dan berganti nama kepada pihak lain selain atas nama saya, ungkapnya.

Sedangkan yang ke-2, tanah dengan dua rumah petak diatasnya di jalan petakur bawah, Desa Sukadamai, Kecamatan Ujungbatu, kabupaten yang sama adalah titipan kepada saya, yang merupakan warisan dari ibu saya Rahimah kepada cucunya Andini Putri dan adik-adiknya (anak-anak dari kakak saya yang sudah almarhum), berhubung belum cukup umur maka surat atas tanah tersebut diatas-namakan kepada saya, sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 23 September 2005 yang dibuat oleh ibu saya tersebut. Tegasnya tanah tersebut bukanlah milik saya,  tetapi PA dalam putusannya menyebutkan sebagai harta bersama sebagai suami istri, ini menjadi pertanyaan besar buat saya, pungkas ibu dari empat orang anak ini.

Pantauan di lapangan, Susilawati didampingi saudaranya awalnya menolak keras pengukuran tanah dilakukan atas kedua objek perkara tersebut, selain karena bukan harta sebagai suami istri, juga dalam dokumen tercatat letak tanah dan ruko tidak sesuai dengan yang sebenarnya, tertulis di RT 01, RW 11, tetapi letak tanah yang sebenarnya adalah di RT 01, RW 01, tetapi Pejabat PA Limapuluh Kota melalui PA Kabupaten Rohul tetap bersikeras dan meminta petugas BPN Rohul melakukan pengukuran, dengan alasan ini hanya melaksanakan perintah atasan.

Dikonfirmasi seputar pernyataan mantan istrinya Susilawati, yang menyebutkan kedua objek gugatan tersebut adalah merupakan tanah pusaka dan bukan harta suami-istri, Yus melalui kuasa hukumnya Muhammad Nur SH dari kantor Advokat-Pengacara DR (HC) Saut Sihaloho SH & Rekan, jalan Teuku Umar 60-D Pekanbaru, menyebutkan, Ruko itu berasal dari Djasmi dan tidak ada hubungan keluarga hanya sebagai orang tua angkat, jadi kalau dikatakan warisan  bukan dari orang lain, jadi tanah tersebut merupakan jual-beli dari djasmi ke susilawati dalam masa perkawinan dengan suaminya yusli, di pengadilan agamapun anak djasmi sudah bersaksi dan menyebutkan adalah jual beli dibuktikan dengan kwitansi, ucapnya.

Tentang tanah yang di petakur bawah, disebutkan ada anak yatim empat orang yakni Andini Putri dan adik-adiknya diasuh keluarga ini (Yusli dan Susilawati-red), untuk menanggulangi biaya mereka ada menjual mobil, kemudian anak-anak asuh ini disekolahkan dan ada yang sudah berhasil sampai bidan. Mengenai surat kuasa kepada susilawati terkait tanah tersebut tidak pernah muncul selama persidangan. Jadi dalam hukum, suatu harta walaupun dalam surat atas nama istri atau suami adalah hak bersama suami istri. Jadi putusan pengadilan agama lima puluh kota menyatakan kedua harta itu adalah harta bersama suami istri, terangya.

Ketua PA Kabupaten Rohul, Dra Hj Rukiah Sari SH yang dihubungi di kantornya Kamis (29/9) guna konfirmasi tidak berhasil, keterangan dari stafnya sedang berada di Balige menghadiri sertijab salah seorang anggotanya/Hakim yang baru di mutasi. Demikian juga sms yang dikirim ke poselnya berupa pertanyaan konfirmasi terkait pelaksanaan sidang pemeriksaan setempat dan tindak lanjutnya, tidak mendapat balasan. (Carles)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!