Sabtu, 16 Desember 2017
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Minggu, 23 Juli 2017 | 17:43:23
Diduga Kena Ledakan Bom Seorang Warga Rohul Tewas, Korps Paskhas : Sepenuhnya Bertanggungjawab
Maruba Habeahan
Wakil Komandan Korps Paskhas TNI AU, Marskal Pertama Yudi Bustami (tengah) saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Kamis 20-7-2017 di Rokan Hulu
Pasir Pengaraian (mahardikanews)
‎Diduga kena ledakan Bom, seorang warga desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Wanda (46) tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP), Kamis (20/7) sekira pukul 11.30 WIB. Selain korban tewas, empat orang mengalami luka berat dan ringan akibat peristiwa tersebut. Informasi yang berhasil dirangkum, TKP berada di ‎RT 01/ RW 02 Dusun Karya Bakti, Desa Rambah Utama, tepat di belakang SMKN 1 Rambah Samo.

Empat warga yang mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit dan Puskesmas Rambah Samo II (dua), yakni Sugianto, Heru, Dedek Sofian, dan Yuki.‎ Warga mengungkapkan‎ ledakan yang diduga bom tersebut terjadi di sebelah rumah kontrakan milik Kartono.‎‎ Warga mengaku Kamis setelah Salat Subuh, personel Paskhas TNI AU latihan di sekitar‎ SMKN 1 Rambah.

Sekira pukul 11.30 WIB, warga mendengar sebuah ledakan keras lagi. Dan tak lama warga mendatangi lokasi‎, dan melihat korban Suwanda sudah tergeletak dengan kondisi wajah menghitam, seperti kena luka bakar. Usus perut korban dan daging tubuh korban juga berhamburan ke segala arah, dan tangan kanan korban putus. Saat olah TKP Tim Identifikasi Polres Rohul juga mengumpulkan daging korban dari sejumlah titik.

Salah seorang warga menyebutkan, awalnya salah seorang warga menemukan sebuah benda yang bentuknya seperti baterai sepeda motor warna kecoklatan dan ada kabel warna merah, kuning, dan putih sekira 1 meter. Kemudian dibawa ke samping rumah kontrakan milik Kartono yang saat itu ada sejumlah laki-laki sedang membangun rumah toko.

Benda yang diduga bom tersebut dipegang oleh korban ‎Suwanda. Namun tiba-tiba saja benda misterius tersebut meledak dan menewaskan korban di TKP. Sejauh ini belum diketahui penyebab kematian korban Suwanda, apakah karena terkena ledakan bom atau benda lain. Demikian juga belum diketahui berapa jumlah korban luka sebenarnya.


Kepada sejumlah wartawan, Wakil Komandan (Wadan) Korps Paskhas TNI AU Marskal Pertama Yudi Bustami mengatakan ledakan di Desa Rambah Utama, Kecamatan‎ Rambah Samo, Rohul, Kamis (20/7) siang, merupakan kelalaian anggotanya.

Yudi mengakui ledakan di ‎RT 01/ RW 02 Dusun Karya Bakti, Desa Rambah Utama, tepat di belakang SMKN 1 Rambah Samo terjadi Kamis (20/7) sekira pukul 11.30 WIB, menewaskan seorang warga bernama Suwanda‎ (46), bukan ledakan bom, melainkan ledakan sebuah TNT (‎trinitrotoluene).

TNT tersebut diakuinya merupakan milik Paskhas TNI AU yang tertinggal di lokasi, setelah 150 personel selesai latihan Serangan Fajar, bagian dari Latihan Perang 'Trisula Perkasa 2017'. Latihan Serangan Fajar dipusatkan di lapangan bola, di belakang SMKN 1 Rambah Samo.

Usai latihan, personel kembali‎ ke Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian berlokasi di Desa Rambah Samo Barat. Dan setelah berkonsolidasi, mereka berencana akan melakukan penyisiran lokasi bekas latihan.

Namun sebelum personel melakukan penyisiran di lokasi, terdengar ledakan keras hingga terdengar ke Bandara Tuanku Tambusai.‎ Mendengar itu, Yudi sebagai Direktur Latihan 'Trisula Perkasa 2017' yakin ledakan masih ada hubungannya dengan latihan Serangan Fajar yang baru saja mereka lakukan di Dusun Karya Bakti, Desa Rambah Utama.

" Kemudian anggota meluncur ke sumber suara ledakan, karena kami menduga itu daerah latihan," jelas Marskal Pertama Yudi Bustami saat keterangan pers di Kantor Camat Rambah Samo, didampingi Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, dan Camat Rambah Samo Zulbahri, Kamis sore.‎ Setibanya personel di lokasi, ungkap Yudi, ternyata benar ledakan disebabkan TNT milik Paskhas TNI AU yang tertinggal di lokasi.

"Satu orang meninggal dunia di TKP bernama Wanda. Korban luka-luka bernama Heru, Anto, Asep Sofian, Reni Cahyati, dan Yudi Wiharjo‎

Pihak Korps Paskhas TNI AU langsung mempelajari TKP. Tak lama Kapolres bersama Tim Identifikasi Polres Rohul turun ke TKP, untuk mempelajari dan menyelidiki kejadian.

Hasil pengembangan terkait ledakan TNT yang dilakukan Paskhas TNI AU bersama jajaran Polres Rohul, jelas Yudi, didapat kesimpulan bahwa insiden tersebut akibat kelalaian dari anggota Paskhas TNI AU yang baru selesai mengikuti latihan Serangan Fajar.," kata Yudi dan mengaku ledakan disebabkan sebuah TNT yang secara tidak sengaja meledak di tangan korban Wanda. "Kami dari pihak Korps Paskhas akan sepenuhnya bertanggung jawab." terang Yudi.‎ (mar)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!