Jum'at, 20 Juli 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Sabtu, 16 Desember 2017 | 18:51:55
Dengan Dalih Baut Longgar, PLN Cabut KWH Dari Bank Danamon Ujungbatu
Maruba Habeahan
Tampak bekas cantolan KWH (kanan bawah) yang tlh dicabut pihak PLN Pasir Pengaraian dari kantor Bank Danamon Ujungbatu, Selasa 12-12-2017. Foto dipetik, Sabtu 16-12-2017 (Foto Mahardikanews.com, Maruba Hab)
Pasir Pengaraian (Mahardikanews)
Hanya dengan dalih ada baut yang longgar di seputar Kilo Watt Hour (KWH), petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pasir Pengaraian, mencabut KWH dari Kantor Bank Danamon Ujungbatu, Selasa (12/12). Rombongan P2TL itu juga dikawal anggota kepolisian, dan ini terkesan menakut-nakuti dan mempermalukan pelanggan PLN tersebut. Padahal belum tentu pelanggan tersebut bersalah dan kemungkinan besar tidak tahun-menahu apa yang terjadi di seputar KWH tersebut, tetapi banyak orang menyaksikan tim P2TL itu melakukan eksekusi KWH tersebut.

Hal itu disampaikan M, warga Ujungbatu kepada mahardikanews.com, Rabu (14/12) di Ujungbatu. Menurutnya, salah seorang karyawan Bank tersebut memberitahu kepada dirinya melalui telepon, bahwa sejumlah petugas PLN Pasir Pengaraian yang dikawal pihak kepolisian telah melakukan pencabutan KWH yang ada di kantornya. Lebih jauh disebutkannya, kenapa pula harus ada pengawalan dari pihak kepolisian apa pula urgensinya ? ungkap anggota dewan ini dengan nada bertanya.

Ditempat terpisah, N pegawai Bank Danamon yang ditanya seputar peristiwa pencabutan, kepada mahardikanews mengungkapkan, sangat kaget atas pencabutan KWH yang dilakukan sejumlah petugas PLN yang juga dikawal petugas kepolisian tersebut, mereka katakan ada pelanggaran, ada baut KWH yang longgar dan patah jadi harus dicabut. Kami sebagai pegawai terus terang tidak mengerti tentang hal yang mereka curigai, untuk apa kami mengutak-atik KWH itu, bagi kami sebagai pegawai tidak ada keuntungannya karena yang bayar biaya listriknya adalah kantor pusat, ungkapnya. 

Kami sebenarnya sdh minta agar diberi peringatan terlebih dulu, tapi petugas PLN tersebut tidak menggubrisnya. Sangat kecewa dan merasa dirugikan karena tugas operasional kami terganggu dan terpaksa menggunakan mesin genset, ungkapnya. Pihak PLN juga membuat berita acara pencabutan KWH, tetapi kami tidak bersedia menandatanganinya, terangnya. (mar)

Ketika hal itu hendak dikonfirmasi kepada Manager PLN Rayon Pasir Pengaraian, David Erikson Sibarani via telepon selularnya, Kamis (14/12) tidak berhasil. Ponselnya yang tersambung nada panggil tidak diangkatnya, demikian juga bahan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp (WA) hingga berita ini dikirim ke redaksi tidak mendapat balasan. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!