Rabu, 14 November 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Senin, 23 April 2018 | 22:12:44
Warga Tidak Nyaman, Kades Sukadamai Minta Seluruh Kafe dan Usaha Miras Ditutup
Maruba Habeahan
Kades Sukadamai didampingi Upika Ujungbatu, menyampaikan sambutan dan paparannya dihadapan para pengusaha Kafe dan Miras, Senin, 23-4-2018 di Kantor Desa setempat

Ujungbatu (Mahardikanews)
Sebanyak 83 Kepala Keluarga, warga Dusun III Durian Sebatang Desa Sukadamai Kecamatan Ujungbatu,  Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyampaikan keberatan melalui Kepala Desa, atas maraknya Kafe dan usaha Minuman Keras (miras) di wilayah tempat tinggal mereka. Para warga merasa tidak nyaman dan sangat terganggu khususnya anak-anak yang sedang belajar, karena suara musik yang memekakkan telinga itu berlangsung dari malam hingga pukul 03.00 WIB dinihari.

Surat yang berisi minta ketegasan Upika Ujungbatu untuk menutupnya dan ditandatangani 83 KK/warga tersebut juga memberi ultimatum, jika Upika karena keterbatasannya tidak dapat melakukan penutupan maka mereka akan melakukan penutupan paksa.

Hal itu disampaikan Kades Sukadamai Mhd Ramtami Rokan MPdI kepada mahardikanews.com, di ruang kejanya sebelum rapat dimulai dengan para pengusaha Kafe dan Miras yang juga dihadiri para Upika Ujungbatu.

Menindak lanjuti keberatan para warga tersebut, Senin (23/4) di ruang rapat kantor desa Sukadamai diadakan rapat untuk membahas keresahan warga, yang dipimpin Kades. Hadir, Camat Ujungbatu diwakili staf Trantib, Kapolsek diwakili Wakil Kapolsek, Danramil diwakili Staf Babinsa, Kades dan Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, tokoh Pemuda dan sejumlah perangkat Desa Sukadamai, serta dua puluhan Pengusaha Kafe dan Miras yang beroperasi di Durian Sebatang.

Dalam sambutannya Kades menyebutkan, dirinya berinisiatif memanggil semua pihak untuk dapat hadir dalam rapat ini dan 
tanggapan upika luar biasa. Harapan kita, Durian Sebatang yang merupakan desa leluhur dan Kampung tertua di Ujungbatu jangan ada lagi sebutan dunia setan. 

Lebih jauh disebutkan Kades, awalnya usaha Kafe dan Miras tersebut hanya beberapa usaha namun saat ini sudah tumbuh seperti jamur di musim hujan menjadi 23 usaha. Yang paling fatal adalah ada 2 unit Masjid dan beberapa Surau diapit Kedai Tuak. Oleh karenanya, diminta kesadaran para pemilik usaha ilegal tersebut, karena lebih baik menutup sendiri usahanya daripada masyarakat yang bertindak dengan upaya paksa, terang Kades. 

Mewakili Danramil, dalam sambutannya pada intinya menyebutkan, Durian Sebatang saat ini sudah menjadi Jalur hitam, dari beberapa pengelola usaha yang ditanyai hampir senada menyebutkan alasannya karena tidak ada pekerjaan lain. Pemilik rata-rata bukan orang Ujungbatu, diantaranya ada marga S dari PTPN V Sei Intan. Selain itu, ada oknum ormas, pemuda yang melakukan kutipan dengan menggunakan kwitansi, yang dibuka usaha ilegal yang mengutip juga ilegal, ungkapnya.

Sedangkan Wakil Kapolsek H IPTU Ali Amran Mewakili Kapolsek menandaskan, agar semua pemilik menghentikan aktivitasnya yakni menyediakan minuman keras (miras), seperti tuak, bir dan sejenisnya, serta Pekerja Sex Komersial (PSK) digantikan dengan usaha kuliner. 

Perda Kabupaten Rokan Hulu nomor 1 tahun 2009 tentang usaha perdagangan, yang menangani adalah Satpol PP dan diback-up oleh  Polri. Sudah banyak meninggal dunia akibat kecelakaan, penyebabnya setelah keluar dari Kafe dan Kedai Tuak yang ada di Durian Sebatang ini. Untuk mengadakan pesta saja diperlukan surat izin keramaian, oleh karenanya lengkapi izin usaha sesuai peraturan pemerintah, pungkasnya.

Kata-kata sambutan juga disampaikan oleh Tokoh masyarakat Desa Sukadamai H Abdul Gafar, yang menyebutkan 
yang memulai adalah anak-anak Ujungbatu/Durian Sebatang yang merupakan kampung tertua Ujungbatu. Diharapkan agar
mereka menutup sendiri usahanya yang ilegal tersebut, sebab kalau tidak maka kita akan bersama-sama menutupnya, tandasnya.

Demikian juga dari tokoh agama menyebutkan, apa yang disampaikan Kades dan para Upika bukan karena benci, tapi karena sayang. Tidak satu jalan ke roma, untuk itu buatlah usaha mencari yang halal, karena siapa yg menjadi sarana atas usaha mencari yang tidak halal adalah dosa, tandasnya. 

Pada sesi terakhir, diadakan tanya jawab oleh para pengusaha dengan Kades dan Upika. Masing-masing disampaikan, Linda, Iman dan yang lainnya. Semua pertanyaan dan keberatan dijawab dengan baik oleh Kades, Upika dan tokoh masyarakat dan agama. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!