Senin, 17 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Jumat, 13 Juli 2018 | 23:50:23
Bantah Buang Limbah, Manajer PKS Sei Rokan: Hanya Perbaikan
PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Rokan
Pagaran Tapah
(MahardikaNews)
PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Rokan diduga membuang limbah ke aliran anak sungai hingga sungai besar yang berada di Desa Pagaran Tapah, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Rokan Hulu, Riau.

Manajer PKS PTPN V Sei Rokan, Syamsir Sembiring, membantah air yang menghitam diparit aliran kebun rokan bergerak ke kebun masyarakat hingga mengucur ke sungai rokan besar bukanlah air limbah, melainkan air tandan kosong (tankos) dari gudang pembuatan pupuk kompos.

"Tidak mungkin kami buang limbah sampai ke sungai. Itu mungkin air tankos dari gudang kompos", ucap Syamsir Sembiring singkat, pada Jumat (13/7/2018) pagi, di ruang kerjanya.

Namun, Ia mengaku, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan pada kolam penampungan limbah pabrik dengan besaran anggran Milyaran rupiah.

Pantauan dilokasi lapangan, pada Rabu (11/7), air tampak berwarna hitam dan aroma bau tidak sedap keluar dari arah kolam PKS Sei Rokan, yang kemudian mengalir dari parit kebun rokan dan bergerak ke kebun masyarakat hingga mengucur ke Sungai Rokan besar.

Salah seorang warga Rokan Hulu, Acce Nauli Harahap, turut geram mengetahui hal tersebut. Menurutnya, dengan melihat aliran air parit pembuangan yang berwarna hitam dan aroma bau tidak sedap itu, Ia memprediksi sudah berlangsung lama. Karena saluran sengaja dibuat berliku-liku hingga ke sungai besar rokan.

"Saya mengharapkan kepada aparat penegak hukum, pemerintah dan dinas terkait agar memberikan tindakan tegas dan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku", tandasnya.

Ia menambahkan, membuang limbah sembarangan atau limbah yang dengan sengaja dibuang, serta berpotensi mencemari lingkungan akan terjerat sanksi berat dipidana 3 Tahun serta denda Rp 3 Miliar sesuai, UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!