Sabtu, 20 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Rabu, 19 September 2018 | 12:53:57
Asum PTPN V Sanggah Lamban Pecat Karyawan Perkara Judi
Asisten SDM Umum PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Kebun Sei Tapung, Azhar Pulungan/

ROKAN HULU

(mahardikanews)

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pemecatan kepada sejumlah Karyawan PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Sei Tapung atas Tindak Pidana Perjudian jenis song atau leng yang sebelumnya diduga diperlambat oleh oknum perusahaan disanggah pihak manajemen Kebun PTPN V Sei Tapung.


Asisten SDM Umum (Asum) Kebun PTPN V Sei Tapung, Azhar Pulungan, menyampaikan PHK terhadap karyawan yang termasuk dalam kategori kesalahan berat itu sudah rentang waktu dilakukan perusahaan. Namun Ia tidak mengingat jadwal atau waktu penyerahan surat pemecatan kepada empat orang karyawan tersebut.


Ia menyatakan, surat yang dilayangkan ke kantor PTPN V Pusat di Pekanbaru pada beberapa minggu lalu hanyalah surat sertaan untuk proses perolehan uang pengganti Hak yang diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan dan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) perusahaan.


"Karyawan itu sudah di PHK, sudah lama. Saya tidak ingat waktunya. Surat yang disampaikan ke kantor Pusat pada 2 September lalu itu cuma lampiran untuk pembayaran Hak-hak mereka. Surat PHK itu kan kita yang keluarkan", kata Asum Kebun PTPN V Sei Tapung, Azhar Pulungan, Selasa (18/9/2018) siang.


Sebelumnya, Seorang Tokoh Masyarakat Rokan Hulu, Rozali Nasution,  menyayangkan tentang lambannya PHK oleh perusahaan kepada sejumlah karyawan yang melakukan Tindak Pidana Perjudian tersebut. Ia mengesalkan, mekanisme yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang berlaku tidak diindahkan pihak manajemen PTPN V Sei Tapung.


Padahal, Lanjut Rozali, keputusan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian  Hakim kepada ke empat karyawan Penjudi itu sudah berkekuatan hukum tetap atau (Inkrah).


Ia juga mencontohkan, tentang beberapa karyawan PTPN V di Kebun Sei Siasam yang pernah terjerat kasus judi. Saat menjalani proses masa tahanan, pihak perusahaan langsung operasi untuk mengeluarkan surat pemecatan.


Sementara, Humas Head Office PTPN V, Risky Atriyansyah, menyampaikan surat pengajuan pemecatan terhadap empat orang karyawan PTPN V Sei Tapung diterima oleh pihaknya pada tanggal 2 September 2018 lalu.


"Saat ini masih diproses, Kita terima surat pengajuan pemecatan dari PTPN V Sei Tapung pada 2 September lalu. Nanti akan segera kita keluarkan surat pemecatan untuk sejumlah karyawan itu", ucap Risky, Selasa (18/9/2018) pagi.


Lebih dahulu, Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian, Muhammad Lukman, membenarkan tentang sejumlah Penjudi (Karyawan BUMN) yang sudah bebas dari tahanannya pada Sabtu 9 Juni 2018 lalu, sesuai dengan putusan Hakim PN Pasir Pengaraian, yakni vonis 3 (tiga) bulan penjara menjalani masa tahanan.


Awalnya, Personil Polsek Tandun menangkap 5 (lima) orang lelaki, Sabtu (10/3) sekira pukul 22.00 WIB, karena diduga melakukan Tindak Pidana Perjudian jenis song atau leng di Dusun II Afdeling III Perumahan PTPN V Sei Tapung, Desa Sei Kuning, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Riau.


Paur Humas Polres Rohul, Ipda Nanang Pujiono SH menyampaikan penangkapan terhadap kelima pelaku, terdiri dari satu warga Desa Sei Kuning, Tandun, Inisial HB (39) Wiraswasta, beserta rekannya AL (47), SU (42), SP (52) dan PP (52), yang merupakan karyawan BUMN, Perumahan Afdeling III Desa Sei Kuning, Tandun.


Kronologis kejadian dan penangkapan Terang Nanang, diperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Perumahan Afdeling III Kebun PTPN V Sei Tapung Desa Sei Kuning Tandun, tepatnya didalam sebuah kedai terdapat sejumlah orang lelaki diduga sedang bermain judi.


Mengetahui informasi tersebut, Kapolsek Tandun AKP Nurman, Spontan mengumpulkan anggota piket untuk penyelidikan ke lokasi. Setelah melacak letak dan tempat praktik, ternyata informasi benar diketahui terdapat enam orang lelaki berada di TKP sedang melakukan praktik permainan judi.


Namun setelah mengamankan dan memeriksa ke-6 pelaku, Hasil interogasi dari yang melancarkan aksi itu, 5 orang melangsungkan permainan dan 1 diantaranya hanya menyaksikan permainan judi jenis song atau leng yang menggunakan kartu remi tersebut.


Para pelaku, berikut Barang Bukti seperti 108 lembar kartu remi merk Tri Fish, 4 lembar uang pecahan Rp100.000, 8 lembar Rp50.000, 2 lembar Rp20.000, 10 lembar Rp10.000 dan 6 lembar uang pecahan Rp5.000, berjumlah Rp970.000.*red

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!