Senin, 17 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Kamis, 20 September 2018 | 15:52:08
Kapolsek Ujungbatu Gelar Konpers Atas Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur
Maruba Habeahan

Usai Konferensi Pers (Konpers) , Kapolsek Ujungbatu didampingi Paur Humas Polres Rokan Hulu, Panit 1 dan Panit 2 Reskrim Polsek Ujungbatu, Kamis 20-9-2018 foto bersama dengan Tsk RN serta sejumlah barang bukti di Ruang Konpers Polsek setempat

Ujungbatu (Mahardikanews) Kapolsek Ujungbatu, Polres Rokan Hulu (Rohul) Kompol Arvin SIK didampingi Paur Humas Polres Rohul, Ipda Nanang Pujiono, Panit 1 dan Panit 2 Reskrim Polsek Ujungbatu, Kamis (20/9) gelar Konferensi Pers (Konpers) di ruang Konpers Polsek setempat, atas kasus pencabulan anak dibawah umur. Dihadiri puluhan wartawan media cetak, elektronik dan online.

Kapolsek memaparkan, pada Selasa (18/9), Polsek Ujungbatu menerima pengaduan dari Erika Sitinjak atas seorang laki-laki RN, kelahiran 6-2-1996 (22) yang telah melakukan persetubuhan (pencabulan-red)  terhadap anak kandungnya yakni RR, kelahiran 1-8-2000 (kurang 18 tahun saat peristiwa). Peristiwa pencabulan, pada 12 Juni 2018 sekira pukul 19.30 WIB, di dusun Tanah Datar Kelurahan/Kecamatan Ujungbatu, di rumah sewaan RN.

Kepada orangtua korban tambah Kapolsek, tersangka RN mengakui bahwa hubungannya dengan RR sudah sampai seperti suami istri. Ibu korban RR tidak terima lalu mengadukannya ke Polsek Ujungbatu, dan berdasarkan pengaduan kemudian melakukan pengembangan dan selanjutnya melakukan penangkapan dan penanahan terhadap tsk RN,  ungkapnya.

Sebelum peristiwa, sebut Kapolsek sesuai pangakuan RR dan RN dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tersangka RN minta kepada korban RR yang juga rekan kerjanya di Mimi Perabot Ujungbatu itu untuk mengantarkannya ke rumah sewaannya. Setiba di TKP (tempat kejadian perkara), korban RR pamitan untuk pulang namun dicegah Tsk RN dan mengajak masuk ke dalam rumah. Kemudian membujuk rayu korban untuk melayaninya bercinta, namun korban menolak.

Akhirnya RN  melakukan upaya paksa melucuti pakaian dalam korban yakni BH dan celana dalamnya dan berhasil melampiaskan nafsu bejatnya dengan menghisap kedua buah payudara dan menjilati vagina serta menyetubuhi korban RR, terang Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, Barang Bukti : BH warna krem, kasur gulung warna biru, surat cinta, celana dalam, baju kaos warna biru muda, celana jeans warna biru dongker.

Dijerat dengan pasal 76D junto pasal 81 ayat (1), (2), junto pasal 76E pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, pungkas Arvin.

Menjawab pertanyaan, Tsk RN kepada sejumlah wartawan menyebutkan, telah berpacaran dengan korban RR selama hampir 4 bulan. Pencabulan yang dilakukan tidak direncanakan, dan saat dirinya melakukan korban tidak ada perlawanan karena sama-sama ada perasaan sayang, dan dirinya siap menikahinya, ucapnya. (mar)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!