Sabtu, 15 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Sabtu, 1 Desember 2018 | 18:59:23
Roy dan Oktavia Kini Jadi Tahanan Jaksa
HUMAS POLRES ROKAN HULU
Konferensi Pers atas perkara dugaan korupsi anggaran PJU, Kamis (29/11/2018), di halaman Mako Polres Rokan Hulu, Jalan Diponegoro, Koto Tinggi, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah.
Pasir Pengaraian
(mahardikanews)
Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, diwakili Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Abdul Cholik Husin, memimpin Konferensi Pers, Kamis (29/11/2018), atas perkara dugaan korupsi anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Konferensi ini digelar karena Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rokan Hulu telah merampungkan berkas perkara dugaan korupsi anggaran PJU yang menjerat Roy Roberto mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rokan Hulu dan mantan Bendaharanya Oktavia Yuliwanti", kata Kabag Ops Kompol A Cholik Husin, didampingi Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Harry Avianto.

Kompol Cholik Husin memaparkan, data yang dirangkum Penyidik Unit Tipikor sebelumnya, bahwa Dishub Rokan Hulu menganggarkan dana tagihan PJU di 4 Kecamatan (Rambah, Rambah Hilir, Ujung Batu dan Tandun) sekira Rp1,4 miliar untuk dibayarkan ke PT PLN (Persero).

Dari total anggaran Rp1,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Rokan Hulu tahun 2017 tersebut, Dishub diketahui hanya membayar tagihan PJU lebih dari Rp700 juta. Sedangkan sisa dana sekira Rp693 juta diduga disalahgunakan.

Setelah penyalahgunaan dana itu, Sebutnya, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Rokan Hulu menetapkan 2 Tersangka, yakni RR alias Roy Roberto mantan Kepala Dishub Rokan Hulu dan mantan Bendaharanya OY alias Oktavia Yuliwanti.

Selanjutnya, Roy dan Oktavia resmi sebagai Tahanan Polres Rokan Hulu sejak Kamis (4/10)‎ lalu, dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pasir Pengaraian. Setelah berkas Kepolisian P-21 atau hasil Penyidikan sudah lengkap, keduanya kemudian akan menjadi Tahanan Kejari Rokan Hulu.

"Berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap atau P-21 ini akan langsung dilimpahkan ke Kejari Rokan Hulu. Lalu dilanjutkan tahap persidangan ke Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru", ujar Kabag Ops Polres Rokan Hulu Kompol A Cholik Husin.

Cholik Husin menyatakan, Roy dan Oktavia dijerat Pasal‎ 2 ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Salah satu tugas Reskrim Khusus kita sudah melaksanakan tugasnya sesuai amanat UU. Ancaman maksimalnya 20 tahun penjara. Kerugian Negara yang diperkirakan Rp693 juta ini untuk masalah tagihan listrik PJU", jelasnya, di halaman Markas Komando Polres Rokan Hulu, Jalan Diponegoro, Koto Tinggi, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah.

Mantan Kabag Ops Polres Kuansing itu menambahkan, Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim juga menyita 18 jenis barang bukti seperti sejumlah dokumen Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang (SPPGU), Tagihan rekening listrik, Pembayaran rekening listrik dan Rekening koran. Untuk Tersangka lain, Diakuinya masih dalam proses penyelidikan.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!