Selasa, 22 Januari 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Sabtu, 8 Desember 2018 | 18:55:20
GEMA Ingin Kepala Kejari Undur Jabatan
MARUBA P HABEAHAN
GEMA Rokan Hulu aksi damai di kantor Kejari Rokan Hulu, dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2018, Jumat (7/12/2018) pagi.
Pasir Pengaraian 
(mahardikanews) 
Gerakan Mahasiswa (GEMA) Rokan Hulu mengadakan aksi damai di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu, komplek Bina Praja Pemda, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2018.

"Kami dari GEMA Rokan Hulu mendesak Kejari segera menangkap H Basri Lubis yang merupakan mantan Ketua Kelompok Tani (Koptan) Siaga Makmur", kata Koordinator lapangan aksi, Rio, membacakan pernyataan sikapnya, Jumat (‎7/12/2018) pagi.

Mewakili GEMA, Rio memaparkan 3 (tiga) pernyataan sikap. Pertama, meminta Kepala Kejari Rokan Hulu mengeksekusi Basri Lubis karena telah terbukti bersalah sesuai dengan UU yang berlaku.

Kedua, GEMA Rokan Hulu memberi waktu kepada Kepala Kejari selama 7 hari untuk menangkap Basri. Ketiga, jika Kejari tidak bisa menangkap Basri, Pihaknya menginginkan Kepala Kejari Rokan Hulu mundur dari jabatannya.

Rio menilai, aksi yang dilakukan karena mengganggap Kejari Rokan Hulu tidak mampu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk menangkap Basri Lubis yang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 3 tahun.

"Kalau bisa secepatnya, karena Dia (Basri Lubis) kan sudah divonis 2 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) sesuai amar putusan Kasasi MA nomor.1315.K/pid/2014. Majelis Hakim mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejari Rokan Hulu untuk mengadili Basri Lubis", ujarnya.

Basri Lubis, Jelasnya, dinilai terbukti bersalah karena menggelapkan gaji anggota Koptan Siaga Makmur sekira Rp7,2 miliar selama 13 bulan terhitung sejak bulan Juli tahun 2011 hingga Juli 2012 hasil kerjasama pola Perusahaan Inti Rakyat Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (PIR KKPA) dengan PT Togos Gopas.

GEMA juga menilai Basri Lubis melakukan penggelapan pada jabatan dan divonis 2 tahun kurungan. Secara sah, Basri melanggar Pasal 374 Jo Pasal 64 KUHP.

Kepala Kejari Rokan Hulu Freddy Daniel Simanjuntak, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Ade Maulana di tempat terpisah, menilai Pihaknya selama ini telah berupaya maksimal mencari keberadaan Basri Lubis.

"Yang namanya manusia kan bergerak. Nanti kita dapat informasi Dia (Basri Lubis) disini, lalu pindah lagi," jelas Ade Maulana.

Menurutnya, Kejari Rokan Hulu tidak tinggal diam dalam mencari keberadaan Basri Lubis. Sebab, pencarian sudah dilakukan di seluruh kawasan se- Indonesia dengan selalu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) tentang keberadaan terakhir DPO.

Ade memastikan, Pihaknya selalu berupaya melacak keberadaan Basri Lubis dan menunggu hasil dari Kejagung. Selain itu, Dia juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan si DPO dapat langsung memberikan informasi ke Kejari Rokan Hulu.*(maruba p habeahan) 
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!