Sabtu, 15 Agustus 2020
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Hukum
Sabtu, 1 Agustus 2020 | 12:34:00
Ketum Komnas PA Arist Merdeka Sirait : Hentikan Intimidasi Terhadap MS Korban Kekerasan Seksual di Rohul
Maruba PH
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, saat diwawancara sejumlah wartawan pada suatu acara
Jakarta (Mahardikanews.com) 
Kasus kejahatan seksual terencana yang dilakukan ZU warga Kecamatan Pedalian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau dan lima orang lainnya terhadap MS (15) siswi SMP di Rohul mendapat atensi yang serius untuk itu Komnas Perlindungan anak segera berkordinasi dengan Polres Rohul untuk memberikan perlindungan bagi korban dan keluarga korban. 

Mengingat kasus ini merupakan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) dan ancaman pidananya pun luar biasa yakni diatas lima bahkan dapat seumur hidup maka tidak ada alasan pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Rohul untuk segera menangkap dan menahan pelaku dan yang ikut serta memfalisilitasi kejahatan seksual untuk dimintai pertanggungjawaban hukum. 

"Dimata saya kejahatan ini sudah termasuk terencana dan juga merupakan kejahatan seksual bergerombol yakni "Gengrape" yang tidak bisa dilihat sebagai tindak pidana biasa. 

Demikian disampaikan Ketua Umum (Ketum) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait melalui telepon selularnya kepada mahardikanews.com Jumat (31/7) yang diminta tanggapannya seputar kasus yang menimpa MS (15) siswi kelas 2 SMP di Kabupaten Rohul. 

Lebih jauh Arist meminta kesediaan Polres Rohul sesuai kewenangannya untuk memberikan perlindungan bagi korban dan keluarga korban dari intimidasi oleh tersangka pelaku dan Komnas Perlindungan Anak meminta kepada keluarga dan masyarakat khususnya pelaku untuk menghentikan tindak kekerasan dan intimidasi dan ancaman ancaman bagi korban dan keluarga korban. 

Perlu diingat untuk kejahatan seksual tidak ada kata kompromi maupun kata damai terhadap kekerasan seksual yang menimpa korban. Komnas Perlindungan Anak akan tegas memberikan perlindungan bagi korban dengan dukungan Penegak hukum. 

Jika pelaku tidak menghentikan intimidasi terhadap korban dan keluarga sebagai warga pendatang maka pelaku dapat dikenakan dengan pasal-pasal berlapis, untuk itu biarkan Polisi bekerja untuk peristiwa ini, tegas Arist yang juga mantan Sekjen Komnas PA tiga periode ini. 

Seperti diberitakan sebelumnya di media ini (media terverifikasi administrasi dewan pers) edisi 7 Juli 2020 dengan Judul berita, "Diduga Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur, Zu Warga Pendalian Ditetapkan Tersangka" 

Pada bagian lain dalam berita tersebut menyebutkan, "Berawal dari informasi yang disampaikan RS ayah kandung korban (MS) kepada Mahardikanews.com, bahwa pada Sabtu (27/6) sekira pukul 23.00 WIB (sesuai informasi korban) di salah satu gubuk kebun sawit di wilayah kecamatan Pendalian, telah terjadi dugaan pemerkosaan/pencabulan terhadap anaknya MS yang masih berstatus kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rohul itu.


SUDAH JATUH DITIMPA TANGGA 

Sesuai penuturan RS (ayah korban) kepada mahardikanews.com, pasca peristiwa dan proses hukum di kepolisian, keluarga korban sering mendapat intimidasi/pengancaman dari keluarga Tsk dengan mengatakan warga Pendalian akan datang beramai-ramai menyerang keluarga korban. 

Informasi dari rekan kerja RS di Pendalian, alasan keluarga Tsk marah kepada keluarga korban karena kasus ini langsung dilaporkan RS ke Polisi tanpa dimusyawarahkan dengan mereka, maksud keluarga Tsk kasus ini cukup diselesaikan dengan perdamaian. 

Maka untuk menjaga hal yg tdk diinginkan, keluarga korban terpaksa mengungsi/pindah tempat tinggal sementara di Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rohul. Selama ini keluaga tersebut berdomisili di perumahan PT Masuba Citra Mandiri (MCM) Pendalian, karena RS dan istrinya adalah karyawan/ti di perusahaan yang merupakan satu induk dengan PT Rohul Sawit Industri (RSI) Ujungbatu itu. Seperti pepatah, Sudah Jatuh Ditimpa Tangga. (MPH)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!