Selasa, 14 Agustus 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Internasional
Senin, 24 Agustus 2015 | 16:35:23
Indonesia-Panama Sepakat Tingkatkan Konektivitas untuk Dorong Kerjasama Bilateral

​Mahardikanews.com - Menlu RI, Retno L.P. Marsudi dan Wakil Presiden/Menlu Panama, Isabel de Saint Malo de Alvarado mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Forum of East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC) (21/08). 

Pada pertemuan tersebut, Menlu Retno dan Wapres Isabel de Saint Malo mengindentifikasi area kerjasama bilateral untuk peningkatan hubungan kedua negara. 

Wapres Panama menekankan pentingnya membangun konektivitas dalam mempererat kerjasama bilateral. Panama akan menyelenggarakan High Level Panel on Connectivity pada April 2016 dan mengharapkan dukungan Indonesia untuk mendorong konektivitas kedua kawasan diberitakan Menlu RI. 

Menlu RI menyampaikan optimisme terhadap peningkatan hubungan kedua negara dan mengindentifikasi empat kerjasama yang dapat mendorong hubungan bilateral antara lain i) penyelenggaraan forum konsultasi bilateral RI-Panama, ii) meminta Panama memfasilitasi people to people contact dengan memberikan fasilitas visa on arrival secara resiprokal bagi Indonesia, iii) kerjasama maritim (kerjasama antar pelabuhan, sertifikasi pelaut dan IUU Fishing), iv) pembentukan mandatory consular notification). 

Saat ini lebih dari 5 ribu ABK terdaftar di Panama, Menlu RI menyatakan bahwa dalam rangka menjamin perlindungan WNI/pelaut Indonesia, Kemlu akan mendorong pembentukan mandatory consular notification RI-Panama. 

Wapres Panama menawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan Panama sebagai hub/pintu masuk bagi produk-produk Indonesia, tidak saja ke Panama tetapi juga ke negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan, melalui Terusan Panama. 

Sejak pembukaan hubungan diplomatik tahun 1979, kedua negara telah memiliki dua perjanjian yaitu Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas, yang saat ini sedang dalam proses ratifikasi oleh Pemri, dan MoU Pembentukan Forum Konsultasi Bilateral. Nilai perdagangan kedua pada tahun 2014 mencapai US$149 juta dengan surplus Indonesia sebesar US$ 69,6 juta.

(FR)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!