Rabu, 25 April 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Internasional
Kamis, 8 Oktober 2015 | 09:50:16
Menteri Pertanian dan SDA Australia Jajaki Peran Alumni
Barnaby Joyce
Jakarta, mahardikanews.com - Di Jakarta, Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia, Barnaby Joyce, meluncurkan jaringan alumni bagi mereka yang telah menyelesaikan pelatihan di bawah Program Pelajar Industri Peternakan Indonesia–Australia.

Menteri Joyce berujar Australia memahami betapa pentingnya bagi Indonesia untuk mengembangkan industri peternakan dan produksi daging sapinya mengingat hal ini merupakan bagian penting penguatan keamanan pangan jangka-panjangnya. Australia mendukung sejumlah program bantuan pembangunan yang bertujuan untuk mendukung cita-cita Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan keamanan pangannya.

“Program Pelajar Industri Peternakan Indonesia–Australia mendukung pertukaran pengetahuan dan keterampilan antara industri peternakan Indonesia dan Australia dan sejak berdiri pada 2012, 54 pelajar Indonesia dari 15 universitas Indonesia telah menjalani pelatihan industri secara ekstensif melalui program ini,” tutur Menteri Joyce Rabu (7/10).

Menteri Joyce berujar program ini didanai oleh Pemerintah Australia serta diselenggarakan oleh Asosiasi Peternak Australia Utara (NTCA) dan hanya salah satu unsur dari karya besar yang dilakukan di bawah Kemitraan Keamanan Pangan di Sektor Daging Merah dan Peternakan dengan dana A$60 juta.

CEO NTCA, Tracey Hayes, berujar Program Pelajar Industri Peternakan Indonesia–Australia merupakan medium yang sangat baik bagi industri peternakan Australia dan Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan untuk mengembangkan lebih lanjut hubungan tersebut.

“Indonesia adalah mitra dagang Australia yang baik. Program alumni yang kita luncurkan hari ini akan memastikan hubungan yang kukuh antara kedua negara kita yang akan terus lestari,” tutur Hayes.

“Setiap tahun kami menerima sejumlah pelajar dan kami tidak ingin kehilangan kontak dengan mereka. Setiap pelajar yang terseleksi untuk program ini sedang menimba ilmu peternakan dengan harapan untuk berkarya di industri peternakan dan kami ingin memastikan bahwa hubungan tersebut tidak hilang.

"Sebagaimana Menteri Joyce soroti, sejak dimulainya program tersebut empat tahun yang lalu, kami telah menerima 54 pelajar yang telah merampungkan pelatihannya. Jaringan alumni formal akan membantu pelajar-pelajar tersebut untuk mengembangkan peluang studi dan pekerjaan, mengikuti perkembangan penelitian dan industri serta terlibat dalam prakarsa-prakarsa pemerintah Australia dan Indonesia.

“Kami sangat bangga dengan program ini dan apa yang telah dicapainya. Kami berharap untuk menginspirasi para pelajar tersebut dan memperkukuh hubungan aneka industri di Indonesia dan Australia."

Menteri Joyce berujar program tersebut melibatkan pengalaman pembelajaran terapan selama sembilan-minggu yang keras, terdiri dari tiga minggu pelatihan industri peternakan yang intensif—termasuk kesejahteraan dan penanganan hewan—dilanjutkan dengan enam minggu penempatan pengalaman kerja langsung di peternakan perusahaan dan keluarga yang terseleksi di seluruh Australia Utara.

“Melanjutkan keberhasilan program ini hingga kini, tambahan 20 pelajar akan mengikuti program ini pada 2016.

“Saya ucapkan selamat kepada mereka yang telah menyelesaikan program pelatihan ini. Saya gembira bahwa program alumni ini akan membantu para alumni untuk berbagi keterampilan dan pengetahuan mereka guna mengembangkan produktivitas dan keamanan di industri peternakan Indonesia.

“Keterampilan para alumni tersebut banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk oleh perusahaan Australia yang beroperasi di sini.

“Beberapa alumni yang mengikuti program ini pada 2012 dan 2013 sekarang bekerja purna-waktu di industri peternakan dan pemerintah di Indonesia, termasuk kantor Meat and Livestock Australia di Indonesia.

“Ini merupakan contoh yang sangat baik bagaimana dua negara kita bekerja sama untuk membuahkan hasil yang bermanfaat bagi kedua belah pihak untuk industri peternakan kita yang penting.

“Baik peternakan yang menjadi tuan rumah maupun para pelajar telah menemukan peluang untuk memperoleh pembelajaran langsung secara timbal-balik, dengan pertukaran kebudayaan dan pengembangan hubungan sebagai bagian tak ternilai dari program ini,” ujar Menteri Joyce hari ini.
(*/FR)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!