Minggu, 07 Juni 2020
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Internasional
Jumat, 24 April 2020 | 00:17:41
CHINA DITUNTUT GANTI RUGI OLEH SEJUMLAH NEGARA TERKAIT PANDEMI COVID 19
MAHARDIKANEWS TIM
corona virus disease (COVID-19) ilustrasi.

BEIJING, China (Mahardikanews.com) 
Sejumlah negara seperti Inggris, Jerman, Australia dan Amerika Serikat mulai mengajukan gugatan dan menuntut ganti rugi terhadap China atas penyebaran virus corona (Covid-19). 


Di Florida, AS, firma hukum Berman Law Group menangani gugatan class action ribuan warga yang menuntut pemerintah Negeri Tirai Bambu memberikan ganti rugi. Dalam keterangannya, firma hukum tersebut menyebutkan gugatan ini ingin menuntut ganti-rugi miliaran dolar bagi para korban Covid-19 akibat kelalaian China. 


Mereka menyebut Pemerintah China telah gagal mencegah penyebaran Covid-19 sehingga kini sudah menimbulkan masalah di seluruh dunia. “Padahal, mereka memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran virus ini di tahap awal,” ujar juru bicara firma tersebut seperti dilansir ABC Australia (Rabu (22/4/2020).. 


Firma hukum ini bertekad untuk “memperjuangkan hak-hak rakyat dan pengusaha di Florida serta di AS yang kini sakit atau harus merawat orang sakit, mengalami kesulitan keuangan, dan terpaksa mengalami kepanikan, pembatasan sosial dan isolasi” akibat Covid-19. Gugatan terpisah atas nama pengusaha di Las Vegas juga sudah didaftarkan. Mereka 
menuntut ganti-rugi miliaran dolar ke Pemerintah China. 


Tuntutan dari Eropa 


Sementara itu, Henry Jackson Society, sebuah lembaga pemikir di Inggris, menyatakan rezim Presiden Xi Jinping harus bertanggung jawab atas pandemi virus corona jenis baru ini karena adanya upaya menutup-nutupi masalah pada tahap awal. Mereka berpendapat, negara-negara G-7 bisa menggugat ganti-rugi ke China sebesar 3,2 triliun pound. 


Mantan bos badan intelijen Inggris MI6 John Sawers mengungkap adanya informasi yang menyebutkan bahwa Pemeritah China menutupi permasalahan ini selama periode Desember 2019 dan Januari 2020. 


Sebelumnya tabloid Bild di Jerman yang paling banyak pembacanya di Eropa, menerbitkan ‘surat tagihan’ sebesar 24 miliar euro sebagai ganti-rugi pendapatan pariwisata selama Maret dan April tahun ini. Selain itu, Bild juga meminta ganti rugi 50 miliar euro bagi usaha kecil-menengah, serta 149 miliar euro lainnya jika GDP Jerman anjlok di bawah 4,2 persen tahun ini. 


Dalam surat terbuka kepada Xi Jinping, suratkabar menyebut, “Pemerintahan dan ilmuwan Anda telah lama mengetahui bahwa virus corona sangat menular, namun Anda membiarkan seluruh dunia tidak mengetahuinya. Para ilmuwan utama Anda tidak merespon ketika para peneliti Barat ingin mengetahui apa yang terjadi di Wuhan.” 



China Mengabaikan Peringatan Para Dokternya 


Seperti diberitakan berbagai media, pada 2 Januari lalu, pihak berwenang di China ‘mempermalukan’ delapan orang dokter dalam siaran TV nasional dengan tuduhan penyebar hoaks 


Menurut laporan investigasi kantor berita Associated Press pekan lalu, Kepala Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei telah memaparkan adanya ‘situasi parah dan kompleks’ dalam sebuah rapat bersama pejabat medis tingkat propinsi pada 14 Januari. 


Ma Xiaowei bahkan membandingkan situasi ini dengan penyebaran virus SARS tahun 2003. Namun baru pada tanggal 20 Januari Presiden Xi Jinping mengumumkan kemungkinan adanya pandemi virus corona yang diketahui mulai menyebar dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei ini. (Sumber, Waspada.id)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!