Selasa, 23 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Nasional
Jumat, 13 April 2018 | 19:45:21
PTPN V Perusahaan Negara Penerima ISPO Terbanyak
Sertifika Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Awards
PEKANBARU
(MahardikaNews)
Direktorat Jendera (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan award penghargaan kepada Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara V (Persero) V atas penerimaan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO terbanyak diantara perusahaan-perusahaan perkebunan Badan Udaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

Dalam keluangan yang ditasbihkan oleh Komisi ISPO dalam helatan 2nd International Conference and Expo on ISPO 2018 itu, Ditjen Perkebunan Kementan Ir Bambang MM, menyebutkan bahwa pada tahun 2017 produksi Crude Palm Oil/CPO atau minyak sawit mentah dalam negeri mencapai 37,8 juta ton dan menjadi yang terbesar dalam sejarah industri sawit Indonesia. Hal itu, Ia menilai para pesaing akan banyak melemparkan isu-isu negatif terhadap industri kelapa sawit.

"Mereka bilang kelapa sawit merambah hutan, penyebab kebakaran, deforestasi, dan lain-lain. Wajib bagi kita untuk terus menantang balik dan memperjuangkan keberadaan kelapa sawit Indonesia", tegas Bambang di Balai Kartini Jl. Gatot Subroto, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018) lalu.

Untuk itu, Kata Bambang, ISPO yang didasarkan Permentan nomor 11 tahun 2015 merupakan bukti dari keseriusan pemerintah dan pelaku industri sawit agar melaksanakan seluruh proses budidaya dan pengolahan secara lestari serta berkesinambungan.

Bambang juga menilai, ISPO merupakan kewajiban bagi perusahaan-perusahaan yang telah mendapatkan penilaian kelas perkebunan. Sehingga apresiasi kepada perusahaan yang peduli terhadap penerapan ISPO adalah kepatutan yang harus dibanggakan.

"Kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada PTPN V selaku BUMN perkebunan dengan sertifikat ISPO terbanyak. Semoga dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya", harap Bambang.

Sementara, Dirut PTPN V Mohammad Yudayat menyampaikan keseriusan PTPN V dalam penerapan sawit lestari. Keseriusan itu, Jelasnya karena PTPN V yang memiliki 12 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) seluruhnya sudah mengantongi sertifikat ISPO.

Hal tersebut menurutnya juga akan menambah catatan baik bagi perusahaan yang berdomisili di Provinsi Riau. Karena notabene itu merupakan satu dari enam perusahaan perdana penerima sertifikat ISPO pada tahun 2013 lalu.

Yudayat menyebutkan, ke-12 PKS dan kebun pendukung yang dinyatakan oleh Komisi ISPO berdasarkan hasil audit independen terhadap pemenuhan peraturan perundang-undangan kelapa sawit dalam 7 prinsip itu, yakni PKS dan kebun Tandun, Sei Rokan, Sei Pagar, Sei Garo, Sei Galuh, Terantam, Sei Intan, Tanjung Medan, Tanah Putih, Sei Buatan, Lubuk Dalam dan pks dan kebun Sei Tapung.

"Yang terpenting adalah bagaimana kami dapat terus meningkatkan penerapan sistem perkebunan yang lestari di lingkungan perusahaan. Kami percaya prinsip People Planet dan Profit atau 3P atau istilah Triple Bottom Line akan menjaga kebersinambungan PTPN V itu sendiri. Kami fokus untuk itu", ucap Yudayat, melalui Humas Head Office PTPN V Risky Atriyansyah, Kamis (12/4/2018) sore.*(amb)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!