Selasa, 23 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Olahraga
Senin, 9 November 2015 | 14:15:24
Eldin Buka Turnamen Bintang Johor Cup 2015
Dzulmi Eldin disaksikan Ketua Panitia Khairuddin Effendi, wasit dan Hasrul Azwar menendang bola pertama tanda dimulainya Turnamen Bintang Johor Cup 2015
Medan, mahardikanews- Guna memutus mata rantai konflik PSSI di tingkat pusat, perlu banyak digelar turnamen sepak bola. Hal ini sebagai bagian untuk menghidupkan olahraga sepak bola.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina PS Bintang Johor, Harusl Azwar, pada Minggu (8/11) di Lapangan PS Bintang Johor, Jalan Inspeksi Kanal-STM Ujung, Medan Johor.

Menurut Politisi PPP, konflik PSSI merupakan perseteruan pengurus di organisasi, hendaknya jangan menjalar ke atlet atau pemain sepak bola. Solusinya, perlu diperbanyak turnamen baik di tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota.

“Alhamdulillah hari ini sudah digelar turnamen sepak bola Bintang Johor Cup 2015. Kegiatan ini digelar untuk menggairahkan semangat berolahraga di kalangan pemain bola,” ujarnya dihadapan para manajer tim, pemain dan hadir Calon Wali Kota Medan nomor urut 1 Dzulmi Eldin.

Dia juga mengingatkan, lapangan Bintang Johor merupakan satu lapangan yang aktif digunakan oleh generasi muda. Baik itu warga sekitar maupun warga dari kecamatan lain untuk meminjam lapangan.

“Melihat keaktifannya, pemerintah ke depan wajib memperhatikan lapangan ini, termasuk memberikan dananya untuk menyiapkan kursi stadion mini,” sebutnya.

Ketua Panitia Bintang Johor Cup 2015, Khairuddin Efendi Harahap menyampaikan, turnamen sepak bola Bintang Johor Cup diikuti 19 tim dari berbagai klub di Kota Medan maupun sekitarnya. 

Adapun peserta yang ikut berlaga diantaranya PS Silva, PS Bank Mega, PS Bank Sumut, PS PLN, PS Bintang Johor, PS Bank Mandiri, PS Tamora, PS Gumarang, PS Mencirim, PS Kurnia, PS Sampali, Tembung United, PS Wiraland, PS Pratama, dan PS Bajapa. 

Didaulat untuk menjadi penyemangat bagi para pemain dan manajer tim, Eldin menyatakan,  Kota Medan merupakan kota besar, dihuni sekitar 3 juta jiwa. Sehingga perlu ruang terbuka hijau untuk menyegarkan lingkungan dan penglihatan. “Lapangan olahraga/ruang terbuka hijau perlu ditambah. Insya Allah bila amanah datang, kami akan menambah ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Khusus untuk olahraga sepak bola, mantan Ketua Umum PSMS Medan ini mengatakan, sepak bola merupakan olahraga rakyat yang disukai banyak orang. Selain itu, sepak bola juga sering dibicarakan melalui beragam mimbar formil maupun non formil. Guna memecah kebekuan atau beralih kepada situasi organisasi induk sepak bola, sangat diperlukan beragam turnamen sepak bola.

“Kota Medan ini menyimpan banyak cerita tentang sepak bola. Jadi ke depannya, pemerintah harus menjadi pelopor peningkatan prestasi sepak bola di Kota Medan. Apalagi Kota Medan ini merupakan kota menuju kota atlet. Semua cabang olahraga dibina dan mendapatkan prestasi terbaik,” ucapnya.

Hal lainnya, dia berpendapat, semakin banyaknya ruang atau kompetisi olahraga, maka akan mempersempit ruang generasi muda mengkonsumsi narkoba dan aksi begal.
“Marilah sama-sama kita aktifkan olahraga di segala cabang, agar generasi muda kita bisa terhindar dari bahaya narkoba,” sebutnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Dzulmi Eldin didaulat untuk membuka dengan turnamen. Pembukaan ditandai Eldin menendang bola pertama di Lapangan PS Bintang Johor.

(FR/MNC)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!