Sabtu, 15 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Opini
Rabu, 3 Oktober 2018 | 12:09:28
Warga Ingin PTPN V PKS Sei Intan Ganti Rugi Ribuan Ikan Yang Mati
MAHARDIKANEWS TIM
Ikan bermatian di kolam warga, Senin (24/9/2018) pagi, Desa Kembang Damai, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu, Riau.
Pagaran Tapah Darussalam
(mahardikanews)
PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Intan diduga membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke aliran anak sungai hingga sungai besar rokan, yang berada di Desa Kembang Damai, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Rokan Hulu, Riau.

Seorang Warga Desa Kembang Damai, Irwansyah Hasibuan, mengatakan ribuan ikan yang mati dikolam miliknya terjadi pada Senin (24/9) lalu, sekitar Pukul 06.30 WIB. Ia mengaku mengalami banyak kerugian, karena ikan yang bermatian berjumlah lebih kurang 6.000 ekor.

"Keajdian itu saat Saya ingin memantau sekaligus memberikan makanan ikan di kolam atau kebun yang berlokasi disekitar (belakang) SPBU Kembang Damai. Saya kaget, tiba-tiba melihat ribuan ikan mati di kolam Saya. Airnya berwarna hitam dan berbau sengit (busuk). Dugaan Saya, itu limbah yang berasal dari PKS Sei Intan. Saya jadi mengalami kerugian banyak", kata Irwansyah, Senin (1/10/2018) siang, kepada Wartawan.

Irwansyah menyatakan, Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melalui Kepala Bidang Pengawasan, pada Selasa (25/9), sudah mengambil sample air kolam miliknya untuk diuji ke Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup selama 14 hari kedepan. Selain sample air dari kolam miliknya, Bidang pengawasan itu, Terangnya, telah menemui pimpinan perusahaan PKS Sei Intan.

Atas kerugian itu, Irwansyah mengaku sudah membuat surat laporan pengaduan pencemaran lingkungan ke Polsek Kunto Darussalam, pada Jumat (28/9) lalu dan Personil Unit Reskrim sudah meninjau ke lokasi kolam miliknya, Senin (1/10) pagi, didampingi pihak perusahaan.

Hasil dari peninjauan, Ia menilai, pihak PKS Sei Intan tidak menanggapi atau merespon kerugian yang dialami atas ribuan ikan yang mati di kolam miliknya.

Sementara, Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Sihol Sitinjak, mengaku sudah menindaklanjuti surat laporan pengaduan pencemaran lingkungan yang dilaporkan oleh seorang masyarakat Desa Kembang Damai bernama Irwansyah Hasibuan.

"Kita sudah turunkan beberapa personil Unit Reskrim untuk mengambil bukti-bukti di lapangan (kolam si pelapor)", ujar Sihol Sitinjak.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!