Selasa, 21 Agustus 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Pendidikan
Rabu, 1 Agustus 2018 | 11:04:33
Kepala Disdikpora: Mobiler SDN 011 Diupayakan 2018, RKB Diusulkan DAK 2019
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Bonai Darussalam, Jl. Bathin Bromban Sri Pauh, Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Pasir Pengaraian
(MahardikaNews)
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu akan mengupayakan mobiler (meja dan kursi) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Bonai Darussalam, jika tidak mendapat rasionalisasi pada tahun 2018.
 
"Untuk mobiler siswa kita upayakan tahun ini. Semoga saja tidak kena rasionalisasi tahun ini", kata Kepala Disdikpora Rohul Drs H Ibnu Ulya M.Si, Senin (30/7/2018) malam.

Terkait sarana dan prasarana (sarpras) fisik penambahan kontruksi Ruang Kelas Belajar (RKB) SDN 011 Bonai Darussalam, Ia menyatakan pihaknya sudah menyampaikan ke Pemerintah Pusat untuk dana pembangunan prioritas Nasional ke daerah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

"Dan untuk bangunan, Kita sudah usahakan mengusulkan melalui dana DAK 2019. Semoga semua program kita berjalan sesuai rencana", imbuh Mantan Sekretaris Disdikpora Rohul itu.

Sedangkan, tenaga pendidik yang berjumlah 6 (enam) di SDN 011 Bonai Darusalam masih berstatus honorer atau non PNS, Menurut Ibnu, belum dapat memastikan harapan dan peluang untuk peningkatan guru pendidik dan pengangkatan honorer di daerah Rohul. 

Sebelumnya, Jumat (27/7), Kepala SDN 011 Zulfahri S.Pd.I, melalui Wakil Kepala Tiarma Uli Sijabat S.Pd, mengemukakan kondisi RKB yang sangat mengharukan, karena para murid siswa/siswi kelas I dan II harus menjalani kegiatan proses belajar mengajar menggunakan meja yang bobrok dan beralaskan lantai semen akibat ketiadaan kursi.

Selain sarpras mobiler, Tiarma menuturkan, mutu Pendidikan di SDN 011 Bonai Darussalam juga terisolasi pada 6 tenaga pendidik yang kini masih berstatus honorer dan RKB yang minim dan terbatas. RKB yang kurang dan 6 guru berpangkat Non PNS, Jelasnya, mengajar dan mendididik 208 murid kelas I hingga kelas VI SD.

Ia mengharapkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Rohul, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Disdikpora Rohul untuk memberikan bantuan Mobiler RKB dan peningkatan status guru honorer menjadi PNS.

Hal itu dipastikan Tiarma, untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas kenyamanan dan semangat murid dalam menjalani proses belajar mengajar di RKB sekolah.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!