Selasa, 22 Oktober 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Pendidikan
Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:23:59
Hari Ini Diresmikan Kantin Kejujuran Di SDN 009 Kuala Terusan Pelalawan
Toman Sipahutar
Roida kepala SDN 009 Kuala terusan PKL kerinci barat

Pangkalan Kerinci (Mahardikanews.com) Kamis (29/8/2019) akan diresmikan kantin kejujuran di SD Negeri 009 Kuala Terusan Pangkalan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan yang menurut rencana peresmiannya dilakukan oleh Kadis Pendidikan.

Telah disebarkan undangan secara resmi kepada enampuluh orang, diantaranya para Jaksa, pimpinan dan staf PT RAPP, tokoh masyarakat dan agama, para guru, perwakilan orangtua murid dan yang terkait lainnya.

Kantin yang tersedia sebanyak 9 petak ini merupakan bantuan dari PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper). Harga sewa perpetaknya adalah Rp400 ribu/bulan, dan untuk satu tahun hanya bayar sewa 11 bulan. Dalam pengelolaannya pihak sekolah menyediakan lampu listrik,air dan Wajan, jadi pihak penyewa hanya bawa bahan-bahannya untuk di kelola di kantin tersebut.

Demikian hal itu disampaikan Kepala SDN 009 Kuala Terusan Pangkalan Kerinci Barat, Roida kepada Mahardikanews.com, Rabu (28/8/2019) di ruang kerjanya.

Menjawan pertanyaan, Roida memaparkan bahwa kantin kejujuran dapat menjadi salah satu metode untuk menanamkan jiwa anti korupsi pada anak sejak dini. Mereka dituntut untuk dapat berlaku jujur pada diri sendiri dalam keadaan apa pun. Memang, tidak akan ada orang atau penjaga yang menegur ketika tidak membayar apa yang mereka beli atau mengambil kembalian berlebih.
Akan tetapi, ada Tuhan yang melihat dan mencatat perbuatan mereka. Makanan yang diambil pun akan hilang berkahnya. Pemikiran itulah yang ditanamkan dalam diri anak melalui kantin kejujuran.

Selain itu, karakter anak juga dapat dilihat dari adanya kantin kejujuran. Yaitu, ketika anak-anak berani berlaku curang dengan tidak membayar makanan atau minuman yang diambil, atau mengambil kembalian berlebih. Tidak menutup kemungkinan kelak, mereka mampu melakukan korupsi. Rasa tanggung jawab untuk menjaga amanah yang diemban sudah tidak ada lagi.

Lain halnya dengan anak yang menaati aturan dengan membayar sesuai harga makanan atau minuman yang diambil. Kembalian pun sesuai tanpa perlu ada orang yang mengingatkan. Maka, kelak mereka akan berpikir seribu kali sebelum berani melakukan tindakan korupsi. Mereka akan mengingat Tuhan yang sedang mengawasi sebelum bertindak, pungkas Kasek Roida. (Toman S) 

Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!