Kamis, 26 April 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Senin, 9 November 2015 | 14:06:55
Kerab Banjir, Pj Wali Kota Korek Parit Di Medan Sunggal

Medan, mahardikanews- Penjabat Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP menemukan banyak parit di sepanjang Jalan Gatot Subroto, mulai depan Makodam I/BB sampai Simpang Kampung Lalang tersumbat akibat dipenuhi sampah pada saat memimpin gotong royong, Minggu (8/11). Selain itu tidak sedikit titi rumah warga mengalami sendimentasi akibat tak pernah dikorek sekalipun bertahun-tahun. Tak pelak kondisi itu menjadi pemicu utama terjadinya banjir di kawasan tersebut setiap kali hujan deras turun.

Temuan ini sontak membuat Randiman sempat menggeleng-gelengkan  kepalanya berulangkali. Mantan Kadis Pendapatan dan Pertamanan Kota Medan itu tampaknya tak habis pikir, sebab Camat Medan Sunggal beserta seluruh lurah dan kepala lingkungannya sepertinya melakukan pembiaran sehingga kawasan tersebut selama ini menjadi langganan banjir.

“Jika camat, lurah dan kepling peduli dan tidak melakukan pembiaran seperti ini dengan menggerakkan masyarakat untuk gotong royong, saya yakin parit  ini tidak akan dipenuhi sampah seperti sekarang ini. Mereka seharusnya tidak menyerahkan pengorekan ini sepenuhnya kepada Dinas Bina Marga, sebab ini masih tupoksi mereka,” kata Randiman kecewa.

Karena itulah Randiman langsung menginstruksikan dilakukan pengorekan. Petugas Dinas Kebersihan beserta Dinas Bina Marga Kota Medan dibantu aparat TNI langsung melakukan pengorekan. Selain menggunakan penggaruk dan cangkut, pengorekan juga dibantu satu unit alat beerat backhoe mini guna mempercepatan pengerukan.

Pada saat pengorekan berlangsung, Camat Medan Sunggal beserta lurah dan keplingnya hanya berdiri dan melihat-lihat saja. Melihat itu Pj Wali Kota langsung bergerak dan mengambil garuk dari tangan salah seorang pekerja. Dengan cetakan pria yang mahir berdialog  dengan beberapa bahasa daerah ini kemudian mengorek dan membersihkan parit dari sampah.

Setelah melihat Pj Wali Kota berulangkali mengorek sampah dari dalam parit, barulah Camat Medan Sunggal mulai tergerak dan ikut membantu, sedangkan lurah maupun kepling tetap menjadi ‘penonton setia’ sampai gotong royong berakhir. Sementara petugas Dinas kebersihan, Bina Marga dan aparat TNI  harus ‘mandi keringat’  untuk membersihkan parit dari tumpukan sampah.

Selain membersihkan sampah dari parit, juga dilakukan pemotongan dahan-dahan pohon penghijauan yang ada di pinggir jalan oleh petugas Dinas Pertamanan, terutama dahan-dahan yang sudah tua. Untuk mengamankan sekaligus melindungi pengendara kenderaan bermotor tertimpa dahan pohon, petugas Dinas Perhubungan Kota Medan pun turun tangan mengatur arus lalu-lintas dibantu beberapa aparat TNI.

Selain Pj Wali Kota, gotong royong  ini turut dihadiri Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, Asisten Pemerintahan Musadad Nasution, Asisten kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kadis Pertamanan Zulkifli Sitepu, Kadis Kebersihan Endar Sutan Lubis, Kadis Sosial dan tenaga Kerja Armansyah Lubis, Kadis Kesehatan Usma Polita serta Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat.

Setelah parit depan Makodam I/BB bersih dari sampah, Wali kota bersama Dandim beserta pimpinan SKPD selanjutnya berjalan kaki menuju Simpang Kampung Lalang. Berdasarkan informasi, ada penutupan drainase di bawah gorong-gorong Gang Makmur, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Akibat penutupan tersebut,  setiap kali hujan deras turun, kawasan Simpang Kampung Lalang banjir karena air tidak dapat mengalir menuju Sungai Belawan.
              
Selama perjalanan menuju Simpang Kampung Lalang, Wali Kota kembali mendapati banyak parit yang tersumbat akibat dipenuhi tanah dan sampah. Kembali Randiman memerintahkan Kadis Bina Marga untuk melakukan pengorekan dibantu jajaran Kecamatan Medan Sunggal. “jika parit-parit ini dikorek, insya Allah mampu meminimalisir terjadinya banjir di kawasan ini,” ungkapnya.

Setibanya di Gg Makmur, gorong-gorong pun langsung  dibongkar dengan menggunakan bor mesin. Selanjutnya, Randiman menemui warga yang umum etnis Tionghoa menolak dilakukannya pembongkaran gorong-gorong. Sebab, mereka khawatir jika air melintasi gorong-gorong menyebabkan terjadinya lahan mereka yang berbatasan langsung dengan Sungai Belawan akan longsor akibat tergerus air.

Menyikapi hal itu, Randiman langsung memerintahkan Kadis Bina Marga agar dinding sungai dibeton guna menghindari terjadinya penggerusan. Warga pun terima dan mereka pun menerima gorong-gorong dibongkar. Hanya saja mereka berharap agar pembetonan secepatnya dilakukan,sebab saat ini telah memasuki musim penghujan.

Setelah itu Randiman  bergerak menuju Jalan Asrama, Kelurahan Dwi Kora dan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia. Di tempat itu Pj Wali Kota menemui warga yang menutupi permukaan Sungai Berderah. Selain dijadikan rumah, permukaan Sungai Berderah yang ditutup dijadikan gudang dan kios penjualan helm. Penutupan itu menyebabkan Sungai Berderah selalu meluap setiap kali hujan deras turun dan air luapannya menggenangi rumah warga sekitar.

Dengan melakukan pendekatan persuasif dan memberikan penjelasan penuh kekeluargaan, warga yang ditemui akhirnya tidak keberatan jika permukaan Sungai Berderah yang ditutup dibongkar kembali sekalipun mengenai bangunan mereka. Hanya saja warga minta diberi waktu sebelum pembongkaran dilakukan.

Sebelum meninggalkan lokasi, Randiman mengingatkan kepada seluruh camat dan lurah untuk rutin mengajak warganya gotong royong, terutama melakukan pengorekan parit. Jika parit yang dikorek membutuhkan bantuan alat-alat berat, Randiman minta segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga. Jika parit mengalir, tidak hanya menghindari terjadinya banjir, juga menghindari terjangkitnya penyakit demam berdarah karena telur-telur parit akan terbawa air.

(FR/MNC)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!