Senin, 24 September 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Rabu, 16 Mei 2018 | 00:06:19
Warga Nilai Pemilihan Ketua Karang Taruna Bertentangan Dengan Pedoman Teknis dan Pelaksanaan
Ali Suhardirmanto, Warga Desa Lubuk Bendahara Timur
ROKAN IV KOTO
(MahardikaNews)
Pemilihan Ketua Karang Taruna di Desa Lubuk Bendahara Timur, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, diduga tidak Sinkron dan bertentangan dengan Pedoman Teknis dan Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Ketua Karang Taruna.

Seorang Warga Desa Lubuk Bendahara Timur, Ali Suhardimanto, Rabu (9/5) sore, mengatakan bertolak belakangnya pedoman teknis dan pelaksanaan pemilihan ketua, pada Senin (7/5) lalu, dikarenakan musyawarah yang digelar tidak melibatkan dirinya sebagai peserta rapat.

Kejadian itu kata Ali, diketahui setelah Ia menanyakan tentang dana kas Karang Taruna kepada Bendahara, Selasa (8/5). Tetapi bendahara menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi berwenang untuk menanyakan maupun mengetahui anggaran pembukuan dan pengeluaran belanja keuangan yang dikelola. Sementara dalam status kepengurusan, Ali mengaku masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna hingga 15 Mei 2018 mendatang.

Disamping itu, Warga Desa Lubuk Bendahara Timur yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan dalam musyawarah rapat pemilihan ketua karang taruna baru, hanya dihadiri peserta lebih kurang 146 anggota dari total sekitar 400 anggota.

Hal itu menurutnya tidak sah dan resmi, karena didalam rapat musyawarah seyogyanya harus dihadiri minimal 2/3 (dua per tiga) dari total jumlah anggota untuk menunjuk seorang Ketua Karang Taruna, agar keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak tercapai secara mufakat.

Sedangkan Kepala Desa Lubuk Bendahara Timur, Arwin Hadi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (10/5/2018) sore, menyangkal tentang tidak sinkronnya pemilihan ketua Karang Taruna dan bertentangan dengan pedoman teknis dan pedoman pelaksanaan. Sebab, dalam penetapan ketua baru sudah sesuai dengan prosedur.

Kesesuaian itu, Terang Arwin, karena ketua lama turut hadir, terlibat dan dicalonkan pada pemilihan ketua Karang Taruna. Namun, ketua yang mencalonkan tersebut kalah suara dengan calon yang telah ditetapkan dalam rapat musyawarah. Terkait jumlah peserta, Ia menyatakan jumlah kehadiran memang berjumlah lebih kurang 145 peserta, dari total jumlah pengurus dan anggota sekira 200 orang.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!