Minggu, 16 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Minggu, 11 November 2018 | 19:13:00
Temui 19 Kasus DBD, Dinkes Rokan Hulu Himbau Masyarakat Terapkan 3M
MAHARDIKANEWS TIM
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, Riau, drg Septien Asmarwiati M.Kes.
Pasir Pengaraian
(mahardikanews)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu menemukan 19 kasus Demam Berdarah 
Dengue (DBD) yang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan se- Rokan Hulu.

Kepala Dinkes Rokan Hulu dr Bambang Triono, melalui Sekretaris drg Septien Asmarwiati mengatakan, ditemukannya 19 kasus DBD tersebut sesuai laporan yang diterima pihaknya sejak bulan September hingga Oktober 2018 lalu atau memasuki musim penghujan.

drg Septien menerangkan, bulan September terdata 10 kasus DBD yang menyerang warga. Sementara bulan Oktober terdapat 9 kasus. Dari total 19 kasus DBD itu, terdapat 3 kasus di Kecamatan Tambusai, 3 kasus Ujung Batu, 1 Kasus Rambah dan 3 kasus di Kecamatan Tandun.

Dari 19 kasus DBD, sebut Septien, 3 orang yang diantaranya merupakan korban dari masyarakat Kecamatan Tambusai, sempat mendapat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu.

Ia menilai, perkembangbiakan nyamuk untuk menjadi telur sangatlah cepat, yakni hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. Setelah itu telur akan menjadi jentik selama 8 hingga 10 hari. Kemudian dari jentik menjadi kepompong 1 sampai 2 hari, yang selanjutnya kembali menjadi nyamuk. Dua hari menjadi nyamuk, langsung kawin lagi dan berkembangbiak.

Langkah efektif dalam pemberantasan nyamuk, Terang Septien, sebenarnya bukan dengan cara fogging atau pengasapan. Sebab fogging hanya mampu memberantas nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak akan mati. Menurutnya, cara yang paling ampuh yang harus dilakukan adalah dengan melaksanakan 3M (Menutup, Menguras dan Menimbun).

"Dinkes menghimbau seluruh masyarakat di Rokan Hulu menerapkan 3M, baik yang berada dalam kaleng, ember atau ban bekas yang ada di sekitaran rumah, sehingga jentik nyamuk yang tertampung bisa mati. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati", tandas Sekretaris Dinkes Rokan Hulu drg Septien Asmarwiati, Kamis (8/11/2018), di Pasir Pengaraian.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!