Sabtu, 15 Desember 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Rabu, 28 November 2018 | 23:29:10
Ikuti ‎Aksi Damai di Kejari Pekanbaru, Layanan Bedah RSUD Diliburkan Sehari
MAHARDIKANEWS TIM
Kepala Bidang  (Kabid) Pelayanan Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Rokan Hulu, dr Rini Astika/ mahardikanews.com
Pasir Pengaraian
(mahardikanews)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu senggang meliburkan fasilitas pelayanan Bedah dan Poli Bedah Umum karena sejumlah Dokter mengikuti aksi solidaritas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

"Pelayanan bedah di RSUD sempat libur, karena 2 Dokter bedah di Poli ikut aksi solidaritas sehari di Kantor Kejari Pekanbaru, Selasa (27/11) kemarin. Namun hari ini sudah aktif kembali", kata Direktur RSUD Rokan Hulu dr Novil, melalui Seksi Humas dan Pemasaran RSUD Hj Yusmayeni Nasution, Rabu (28/11/2018), di Pasir Pengaraian.

Ia menilai, aksi damai yang dilangsungkan para Dokter bukan hanya berpengaruh pada pelayanan bedah di RSUD Rokan Hulu, melainkan di sejumlah RSUD yang berada di Provinsi Riau. Selain itu, Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Riau turut melakukan aksi solidaritas tersebut.

Menurut Yusmayeni, dalam aksi solidaritas lalu, para Dokter tergabung dalam IDI dan PDGI Cabang Kabupaten Rokan Hulu diketahui menggunakan pita hitam yang diikat erat di lengan tangan kiri sampai waktu yang bisa ditentukan, sebagai wujud nyata solidaritas untuk rasa keadilan dan bentuk keprihatinan atas tersobeknya nilai-nilai kebenaran. 

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Rokan Hulu dr Rini Astika, turut membenarkan tentang pelayanan Bedah dan Poli Bedah yang senggang libur sehari, karena para Dokter mengikuti aksi solidaritas ke Pekanbaru. Hal itu, Menurutnya, sesuai himbauan dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia atau IKABI.

‎"Meski begitu, pelayanan Poli tidak ada masalah, karena pasien yang datang hanya kontrol saja. Kemarin itu memang kebetulan tidak ada pasien operasi atau bedah", jelas Rini.

Aktifnya pelayanan Poli Bedah, terang Rini, karena hingga pukul 11.00 WIB, sudah terdapat 6 (enam) Pasien yang telah ditangani Dokter. Dari 6 Pasien itu, 1 orang telah selesai menjalani operasi bedah. Ia juga mendata, belum terdapat pasien yang harus dirujuk ke Pekanbaru.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru Sri Odit Megonondo, memaparkan pihaknya melakukan penahanan, pada Senin (26/11) lalu, terhadap 5 orang selama 20 hari kedepan, yang terdiri dari 3 Dokter spesialis bedah dan 2 Pengusaha sebagai Terdakwa kasus korupsi proyek Alkes.

Sri Odit menyebutkan, 3 Dokter spesialis bedah RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau yakni, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dr Wili Yulifar dan drg Masrial ditahan Jaksa Kejari Pekanbaru. Sedangkan 2 Pengusaha lainnya bernama Yuni Efriati selaku Direktur CV Prima Mustika Raya Mukhlis sebagai mantan anggotanya.

"Kasus dugaan korupsi ini telah merugikan Negara sekitar Rp 420 juta sesuai hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau. Proyek Alkes diduga dikorupsi tahun 2012 hingga 2013 lalu. Masing-masing Dokter melakukan Mark Up pembelian alat untuk operasi dan bekerjasama dengan Penyedia menaikan harga peralatan", terang Odit.

Dari pihak penyedian alat kesehatan, Kasi Pidsus Sri Odit Megonondo menyatakan, Terdakwa bernama Yuni Efriati dalam kasus tersebut sudah mengembalikan uang Rp60 juta.*amb
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!