Selasa, 22 Januari 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Jumat, 4 Januari 2019 | 20:48:57
Anak Tiri Sebut Korban Diduga Alami Gangguan Jiwa
MAHARDIKANEWS TIM
Ibu Rumah Tangga (46 tahun) yang ditemukan meninggal di rumah kediamannya di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau, pada Kamis (3/1/2019) pagi.
UJUNG BATU 
(mahardikanews) 
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial RAB (46 th) di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat kain panjang di kayu plafon didalam rumahnya.

Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, melalui Kapolsek Ujung Batu Kompol Edward Palis,‎ mengutarakan mayat korban RAB pertama kali ditemukan‎ oleh menantunya inisial DPA, pada Kamis (3/1) sekira Pukul 09.30 WIB.

Keterangan DPA sebagai Saksi, dirinya ditelepon oleh mertua laki-lakinya inisial MS untuk datang ke rumah menyalakan televisi.‎ Saksi‎ kemudian menuju kediaman mertuanya yang berjarak lebih kurang 200 meter.

Saat memasuki rumah, DPA terkejut melihat kondisi leher Ibu mertuanya tergantung di kayu plafon rumah menggunakan kain panjang warna coklat.‎

"Pada saat itu, Korban RAB menggunakan baju piyama atau baju tidur berwarna putih, motif gambar hati", jelas Kompol Edward, Jumat (4/1/2019), di Ujung Batu.

Melihat ibu mertuanya meninggal dengan cara tak wajar, Saksi DPA‎ berteriak meminta tolong ke warga tetangga sekitar. Para warga yang mendengar teriakan itu terus berdatangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Salah seorang warga kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Ngaso Brigadir Alif Firdaus. Sekira Pukul 10.12 WIB, anggota Unit Reskrim Polsek Ujung Batu menuju TKP dan menurunkan mayat Korban yang masih tergantung, disaksikan suaminya.‎

Informasi dari pihak keluarga dan warga sekitar rumahnya, kata Kompol Edward, bahwa korban sudah 2 kali melakukan aksi bunuh diri yang digagalkan warga sekitar. Pertama ingin masuk ke dalam sumur rumahnya, kedua di sumur Masjid lingkungan tempat tinggal Korban.

Selain itu, anak tiri Korban menerangkan, Korban diduga mengalami gangguan jiwa dan punya riwayat penyakit batuk menahun yang tak kunjung sehat.

Sementara, hasil visum yang dilakukan‎ dr Sulastri Winora yang merupakan dokter di Puskesmas Ujung Batu, menerangkan bahwa Korban memang murni meninggal gantung diri, yang ditandai dengan keluarnya cairan pelumas dari kemaluan, terjulurnya lidah dan adanya bekas lilitan kain di leher Korban.‎

"Setelah di visum di Puskesmas Ujung Batu, jenazah Korban tidak dilakukan otopsi. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak dilakukan otopsi yang ditandatangani oleh suami korban, disaksikan anak korban serta Kepala Desa Ngaso", tandas Kapolsek Ujung Batu Kompol Edward Palis.*(amb)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!