Selasa, 23 April 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Selasa, 2 April 2019 | 12:35:07
Aksi Ratusan Karyawan PT SAMS Sampaikan Aspirasi Secara Demokratis
MAHARDIKANEWS TIM
Ratusan karyawan/ti kebun dan PMKS PT SAMS gelar aksi mogok kerja di halaman kantor PT SAMS, Desa Muara Dilam, Kunto Darussalam, Rokan Hulu, Riau, Senin (1/4/2019) siang.
Kunto Darussalam 
(mahardikanews) 
Ratusan karyawan karyawati kebun dan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Sumber Alam Makmur Sentosa (SAMS) melakukan aksi mogok kerja di halaman kantor PT SAMS, Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Senin (1/4/2019) siang.

Di lokasi aksi, sekitar pukul 14.00 WIB, terlihat ratusan karyawan duduk menggunakan tenda terpal dan memarkirkan masing-masing kendaraan sepeda motornya di jalur poros jalan perusahaan untuk menghambat mobil pengangkut tandan buah segar atau TBS milik perusahaan.

Sikap protes yang dilangsungkan sejak pukul 07.00 WIB tersebut dilakukan karena pihak perusahaan mengabaikan gerakan aksi, dan manajemen diketahui ingin membawa TBS ke luar PMKS group perusahaan, atas kendala pabrik PT SAMS yang kini sedang mengalami kerusakan.

Sejumlah karyawan selaku peserta aksi, mengatakan penghambatan mobil angkutan untuk mendesak pimpinan perusahaan PT SAMS menemui karyawan agar duduk bersama membahas kejelasan dan kepastian tentang Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) sebagai mitra perusahaan.

Perusahaan, terang salah seorang karyawan, diduga telah mengeluarkan rekomendasi struktural SPBUN lain yang sudah terbentuk dan didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rokan Hulu pada akhir bulan Desember tahun 2014 lalu tanpa sepengetahuan buruh dan karyawan.

Padahal sejak berdirinya PT SAMS, karyawan/ti mengaku tidak pernah mengetahui adanya serikat pekerja dan belum pernah membentuk serikat pekerja selain struktur kepengurusan yang baru dirembukkan dan telah disepakati bersama.

Untuk itu, sikap yang di gelar guna memperjelas hubungan industrial, dan melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Kemudian, tentang masih banyaknya hak-hak normatif yang belum dijalankan dan direalisasikan perusahaan sesuai UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karyawan/ti menilai, hak-hak mereka telah di rampas pihak perusahaan dan tidak mendapat tempat pengaduan seperti ayam yang kehilangan induknya. 

Ironisnya, jelas seorang pendemo, bahwa manajemen perusahaan dikabarkan bakal mengirimkan ratusan anggota dari luar daerah Rokan Hulu untuk menjadi serikat pekerja di PT SAMS.

Sementara, koordinator aksi yang tidak ingin disebutkan namanya, mengutarakan puluhan karyawan sebelumnya sudah beberapa kali memberitahukan kepada pihak manajemen untuk aksi mogok kerja yang akan dilakukan dalam menyalurkan aspirasi secara demokratis.

"Kita udah selalu berusaha mengadukan hak kita ini ke pihak manajemen perusahaan, namun mereka hanya memberikan respon tunggu keputusan serikat pekerja dari Direksi dan pimpinan pusat. Kami juga sudah layangkan surat somasi pada Senin 25 Maret lalu ke instansi-instansi dan aparat terkait untuk aksi protes ini", ujar koordinator aksi.

Hingga pukul 22.00 WIB, ratusan karyawan yang melakukan orasinya tetap berdiri tegak di depan gerbang halaman kantor perusahaan menghadang sejumlah angkutan yang ingin keluar membawa TBS milik perusahaan.

Koordinator aksi didampingi sejumlah karyawan lainnya usai bertemu melakukan mediasi bersama pimpinan Manajer dan bagian Administrasi, menyampaikan pihaknya belum juga menemukan titik temu dan membuahkan hasil.

Manajer, Humas dan Kepala Tata Usaha PT SAMS saat disambangi di kantor perusahaan tidak berada di tempat. Saat dihubungi Wartawan melalui telepon selulernya untuk dikonfirmasi juga tidak menjawab dan merespon panggilan.

Di area lokasi, sejumlah aparat TNI Babinsa dan security perusahaan terlihat tetap berjaga-jaga untuk mengamankan aksi. Sedangkan Bhabinkamtibmas Polsek Kunto Darussalam, Upika dan aparatur Desa Muara Dilam, serta perwakilan dari Disnakertrans dan anggota DPRD Rokan Hulu tampak tidak menghadiri aksi protes dari ratusan karyawan tersebut.*(amb/mnc)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!