Jum'at, 22 November 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Rabu, 21 Agustus 2019 | 17:55:54
Sekum PGI Ajak Semua Pihak Utamakan Dialog Untuk Tuntaskan Masalah
MAHARDIKANEWS TIM
Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)/ FOTO: j a m p a s
JAKARTA 
(mahardikanews) 
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) angkat bicara atas tindakan persekusi disertai kekerasan yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

“Tindakan main hakim sendiri, apalagi disertai tindak kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Bahkan di lain sisi, segala bentuk stigma, diskriminasi, dan kekerasan terhadap masyarakat Papua dikhawatirkan hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan kebencian, dan sudah pasti menciderai kemanusiaan”, kata Sekretaris Umum (Sekum) PGI Pendeta Gomar Gultom, Rabu (21/8/2019) di Jakarta, kepada Wartawan.

Pria kelahiran Tarutung Sumatera Utara itu mengaku prihatin dengan adanya pelecehan faktor kesukuan dari para mahasiswa tersebut, karena kedepan dikhawatirkan akan semakin memperkeruh penyelesaian masalah Papua yang sudah cukup ruwet dan berliku-liku selama ini.

Sejatinya, penyelesaian masalah Papua saat ini harus memerlukan pendekatan kultural bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga oleh segenap lapisan masyarakat terutama masyarakat di luar Papua.

Sebab menurutnya, hanya dengan demikian masyarakat Papua dapat merasakan bahwa mereka adalah bagian integral dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Insiden penyerangan di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Malang disesalkan para mahasiswa Papua karena khawatir mempengaruhi keamanan dan ketenangan mereka.

Selain menyampaikan rasa keprihatinan atas insiden tersebut, Pdt G Gultom juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan atau mengutamakan dialog dalam menyelesaikan dan menuntaskan berbagai masalah. Disamping itu, aparat negara untuk segera mengusut tuntas kasus.

“Syukurlah, insiden penyerangan disertai kata-kata rasis itu tidak melebar atau merembet ke lingkungan kost mahasiswa lainnya. Pihak yang berwajib juga harus menjejaki peristiwa perkara ini dengan memperhatikan amanat UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik”, imbuh Sekum PGI Pdt G Gultom.*(Jampas)



Editor: AMBAR
©2019 MAHARDIKANEWS
all right reserved
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!