Selasa, 22 Oktober 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Peristiwa
Rabu, 4 September 2019 | 21:07:48
Afnan Pulungan Dituntut Massa, Salahgunakan ADD dan Kutip Uang Warga
MAHARDIKANEWS TIM
Puluhan masyarakat Desa Batang Kumu Tambusai, aksi protes di depan Markas Komando lama Polres Rokan Hulu, Jalan Diponegoro, Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Rabu (4/9/2019).
RAMBAH 
(mahardikanews) 
Puluhan masyarakat dari warga Desa Batang Kumu Tambusai dan gerakan mahasiswa, melakukan aksi protes di depan Markas Komando lama Polres Rokan Hulu (Rohul).

“Ada 2 tuntutan dalam aksi ini. Pertama, menuntut penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang tidak tepat sasaran. Kedua, meminta pihak Kepolisian tangkap mantan Kepala Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai bernama Afnan Pulungan atas kutipan uang ke warga untuk kebutuhan listrik”, ucap koordinator lapangan aksi Yusuf Daeng, Rabu (4/9/2019) siang, di Mapolres lama Rohul, Jalan Diponegoro, Koto Tinggi, Kecamatan Rambah.

Yusuf memaparkan untuk penggunaan bantuan ADD dinilai warga tidak sesuai prosedur dan tidak tepat sasaran, karena proyek semenisasi yang kerjakan oleh pihak desa mengarah ke perkebunan pribadi, bukan di lintasan jalan warga desa. Bantuan ADD tegasnya tidak boleh diperuntukkan kepada perorangan.

Selan semenisasi, juga terdapat proyek semenisasi parit atau saluran air yang dibangun di jalan lintas provinsi‎ melalui bantuan ADD. Pembangunan parit dinilai seharusnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau, bukan desa. Hal tersebut menurutnya sudah menyalahi aturan, tidak sesuai prosedur dan penyalagunaan anggaran desa.

Kemudian terkait pengutipan uang jutaan rupiah terhadap warga Batang Kumu, terjadi pada tahun 2017 lalu. Afnan yang saat itu menjabat Kades memprogramkan listrik PLN masuk ke sejumlah dusun, dan setiap kepala keluarga (KK) wajib bayar uang Rp2 juta untuk pengaliran listrik.

Tanda pembayaran disertai kuitansi dibayar masyarakat melalui 2 oknum perantara. Berselang 2 tahun sampai 2019, listrik PLN yang diharapkan‎ warga belum juga terealisasi di dusun yang berbatasan antara Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatera Utara.

Yusuf menaksir sekira 800 KK dengan beban Rp2 juta masing-masing keluarga telah membayar biaya pemasangan listrik PLN di Desa Batang Kumu, seperti di Dusun Marubi, Simpang Kates, Kota Paret, dan Dusun Petapahan. Jika dikalkulasikan, biaya pemasangan listrik PLN telah menelan biaya Rp1,6 miliar. Padahal hanya 10 tiang saja yang disediakan Kades.

Dari jumlah 800 KK, pihaknya mengaku sudah memiliki barang bukti lebih kurang 80 kwitansi dengan kerugian lebih kurang ratusan juta rupiah. Pengutipan semua uang itu dinilai sudah merupakan tindak pidana Penipuan. Sebelumnya masyarakat juga sudah menggelar aksi di kantor Desa Batang Kumu beberapa waktu lalu, agar uang mereka dikembalikan, namun tidak direspon pihak desa.

“Kami adakan aksi setelah mendapatkan bukti-bukti yang kuat. Ini baru kami dapat bukti-buktinya.‎ Kalau kami tidak punya bukti, dan kami bilang kasus cuma dugaan mungkin tidak akan diselesaikan, kami tidak mau cuma capek untuk aksi ini”, ujar Korlap aksi Yusuf Daeng, didampingi 46 massa dari warga Desa Batang Kumu dan gerakan mahasiswa.

Sementara Kasat Intel Polres Rohul AKP Edi Sutomo, yang menanggapi aksi puluhan massa mengatakan pihaknya harus terlebih dahulu mempelajari data yang diberikan, untuk mendapatkan bukti unsur pidana umum atau khusus.

Sejauh ini juga diakuinya belum ada warga Desa Batang Kumu yang melaporkan permasalahan secara resmi. Warga dianjurkan untuk membuat laporan resmi, sehingga pihak Kepolisian bisa mempelajari dan menindaklanjutinya.

AKP Edi memastikan bila terdapat unsur pidana maka akan ditangani oleh Reserse Kriminal. Jika masalah penipuan akan dibawa ke pidana umum, dan jika itu masalah korupsi yang menanganinya adalah Tim Tindak Pidana Tertentu atau Tipidter Polres Rohul.

“Lebih baik buat laporan secara resmilah, tidak harus ramai-ramai seperti ini. Karena kasihan dengan ibu-ibu dan anak-anak, untuk dibawa melaksanakan aksi unjuk rasa”, saran Kasat Intel Polres Rohul AKP Edi Sutomo, didampingi Kasat Shabara AKP ‎Kamsir, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman,‎ dan puluhan personel Polres Rohul.

Mendengar tanggapan dan arahan pihak Kepolisian, Yusuf Daeng bersama sejumlah perwakilan warga Desa Batang Kumu menyatakan dalam waktu dekat berencana akan melaporkan secara resmi Afnan Pulungan selaku mantan Kades Batang Kumu Tambusai.*(red/mnc)



Editor: AMBAR
©2019 MAHARDIKANEWS
all right reserved
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!