Kamis, 27 November 2014
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Politik
Jumat, 1 November 2013 | 09:31:18
Chairuman Tuding Gatot dan Andar Penyebab Gagalnya Provinsi Sumatera Tenggara
Net
Ilustrasi pemekaran
PADANGSIDIMPUAN(MAHARDIKAnews): Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap menuding Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan Wali Kota Padangsidimpuan, Andar Amin Harahap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra) masuk dalam RUU Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Sebab, banyak persyaratan yang tidak dipenuhi kedua pemimpin tersebut. “Hingga saat ini Gubernur Sumut belum ada memberikan surat rekomendasi secara sah ke DPR. Yang dia (Gatot Pujo Nugroho) berikan hanya surat pengantar. Dalam hal pemekaran, surat peng antar tersebut tidak berlaku. Makanya, banyak kekurangan dalam usulan pembentukan Sumtra, termasuk kekurangan dari daerah-daerah juga,” ungkap politisi partai Golkar yang kini duduk di Komisi VI DPR itu seusai menggelar pertemuan tertutup dengan kepala daerah se-Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel), di Padangsidimpuan, Kamis 31 Oktober 2013.

Menurut dia, dalam kelengkapan administrasi pemekaran wi layah Provinsi Sumut, gubernur sebagai pimpinan tertinggi, hingga saat ini belum membuat surat persetujuan tentang calon provinsi baru. Gatot juga belum membuat persetujuan pelepasan kabupaten/ kota yang menjadi cakupan wilayah provinsi yang Sumtra. Termasuk persetujuan pengalokasian pembiayaan untuk penyelenggaraan pemerintahan DOB sampai dengan disahkannya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) belum ada.

Penyebab lain dari kegagalan Sumtra ini, belum adanya rekomendasi dukungan dari masyarakat yang ada di lima wilayah tersebut. Tanpa adanya surat dukungan tersebut, DPR tidak bisa membahas usulan pembentukan Sumtra. Sebab, seolah-olah usulan pemekaran itu datang dari kalangan pejabat yang punya kepentingan dan bukan dari masyarakat langsung.

“Kelalaian Gubernur Sumut itu juga terlihat dari belum dicantumkannya pemberian hibah untuk pembiayaan pilkada pertama di DOB (Sumtra). Selanjutnya, gubernur tidak ada membuat perstujuan penyerahan kekayaan daerah, baik bergerak maupun tidak bergerak. Juga belum membuat persetujuan lokasi calon ibu kota baru dari DOB,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Padanglawas Ali Sutan Harahap, Wakil Pelaksana tugas (Plt) Bupati Padanglawas Utara (Paluta), Riskon Harahap, Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu dan Wali Kota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap.

Chairuman mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan juga memberi kontribusi kegagalan pembahasan Sumtra. Sebab, hingga saat ini pemerintah kota salak tersebut belum menyebutkan persetujuan lokasi calon ibu kota, serta belum mengalokasikan pembiayaan untuk penyelenggaraan pemerintahan DOB sampai dengan disahkannya APBD. Bahkan, daerah calon ibu kota Provinsi Sumtra itu belum menetapkan nama calon provinsi baru.

Di sisi lain, banyak kalangan me nilai keputusan Pemko Padangsidimpuan yang belum menyebutkan persetujuan lokasi calon ibu kota, disebabkan keterkaitan Bupati Paluta yang mengusulkan Gunungtua, sebagai ibu kota Sumtra. Gunung tua merupakan ibu kota Paluta. Untuk diketahui, Bupati Paluta Bachrum Harahap merupakan ayah kandung Wali Kota Pa dangsidimpuan, Andar Amin Harahap.

Selain Kota Padangsidimpuan, ada beberapa daerah lain yang hingga saat ini belum menyebutkan secara tegas mengenai rincian dana untuk penyelenggaraan pemerintahan seperti, Paluta dan Palas. Demikian pula untuk dana pelaksanaan pilkada, Paluta, Palas dan Madina juga belum membe rikan kepastian tentang jumlah nominalnya.(R4)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Terdapat 3 komentar untuk artikel ini.
saya mendukung sepenuhnya penbentukan provinsi sumatera tenggara ,jangan halangi kami kami layak menjadi provinsi

Yang saya heran dan lucu sekali sebenarnya dari nama provinsinya kenapa Provinsi Sumatera Tenggara Anda tau tidak arah tenggara ada dimana? lah terus kenapa bukan Provinsi Tapanuli Selatan saja yang jelas-jelas memang Eks. Tapsel daripada mengacaukan arah mata angin seperti calon provinsi Papua Barat Daya yang jelas-jelas ada diPapua barat laut, tolong kesalahan ini jangan dibiarkan ini bisa membodohi anak kita, terimakasih.

SAYA BERHARAP KEPADA BAPAK GUBERNUR SUMUT, TOLONG DIDUKUNG PEMB. PROVINSI SUMTRA INI. DAN JANGAN DIPERSULIT. KITA MALU SAMA RIAU, WILAYAH KECIL TAPI SUDAH MENJADI DUA PROVINSI.

Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!