Selasa, 23 Oktober 2018
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Politik
Rabu, 9 Desember 2015 | 19:22:18
Pantauan Plt Gubernur Sumut Dan Forkompinda
Plt Gubernur Sumut: Partisipasi Pemilih Belum Menggembirakan di Pilkada Serentak 
Medan, mahardikanews- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sumut melakukan pemantauan ke sejumlah TPS di Medan. Dari hasil pantauan, Pilkada serentak di Sumut berjalan aman, tertib dan lancar.

Hal tersebut dikemukakan Tengku Erry Nuradi usai melakukan pemantauan langsung bersama jajaran Forkompinda Sumut ke tiga titik TPS di Medan, Rabu (9/12/2015).

Turut bersama rombongan Plt Gubernur Sumut, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk Pusung, Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, Kejati Sumut M Yusni, Danlantamal I Laksamana TNI Yudo Margono, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Jemi, Kabinda Sumut, Sekda Provsu Hasban Ritonga, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan Ketua Bawaslu SUmut Syafrida R Rasahan.

Pemantauan diawali ke TPS 12, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor yang berada di Wisma Sibayak Jl Jamin Ginting, Medan. Rombongan disambut tariaan dan iringan musik Karo. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah calon pemilih yang telah menyalurkan hak suaranya di tTPS tersebut hanya 18 orang dari 553 calon pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selanjutnya rombongan menuju TPS 9 di Komplek Rumah Susun (Rusun), Kelurahan Suka Ramai 2, Kecamatan Medan Area, merupakan pusat pemukiman Etnis Tionghoa.

Kedatangan rombongan disambut dengan atraksi Barongsai. Petugas Kelompok Pantia Pemungutan Suara (KPPS) juga mengenakan pakaian khas Tionghoa, sebagai upaya menarik minat masyarakat datan ke TPS. Jauh lebih baik, dari 705 calon pemilih yang terdaftar di DPT,  lebih dari 100 orang telah menyalurkan hak suaranya di TPS tersebut pada pukul 10.30 WIB.

Rombongan kemudian bergeser ke TPS 5 di Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah di kawasan Jl Taruma, Kampung Madras, Medan. Dari 406 DPT, sebanyak 112 orang sudah melakukan penjoblosan pada pukul 11.00 WIB. Dari seluruh TPS yang dikunjungi, proses penjoblosan mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. 

Plt Gubernur Sumut bersama Forkompinda, KPU dan Bawaslu, kemudian melaporkan pelaksanaan Pilkada seretak di Sumut kepada Desk Pilkada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui telekonfrence dari lantai 6 kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan tepat pukul 13.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry Nuradi menyatakan, penyelenggaraan Pilkada serentak di Sumut berjalan lancar, tanpa kendala yang berarti.

“Kami sudah  melakukan pemantauan, alhamdulillah situasi aman dan kondusif, walaupun tingkat partisipasi relatif berkurang,” ujar Erry.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino menjelaskan, dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak di Sumut, Polda mengerahkan personil ke Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar guna mengantisipasi konflik di dua daerah yang mengalami pendundaan tersebut.

“Karena dari awal sudah terjadi kegiatan unjukrasa, maka untuk dua daerah itu kita pertebal pengamanannya dengan mengetrahkan personil Polri dan TNI,” ujar Ngadino.

Ngadino mengatakan, sempat terjadi pemaksaan masuk ke Kantor KPU oleh sekelopok orang di Kabupaten Simalaungun. Guna menghempang massa, Polda telah menyiagakan 1.135 personil  Polri dan TNI.

“Namun saat ini situasi masih tertib, Kondisi keamanan di dua Kabuppaten Simalungun dan Kota Siantar masih aman dan kondusif,” ujar Ngadino.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk Pusung menambahkan, pihaknya menempatkan 4.600 personil TNI untuk mendukung Pilkada serentak di Sumut. Para personil TNI ini disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tunda Pilkada di Simalungun dan Siantar

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menjelaskan, pihaknya telah melakukan supervise penyelenggara di Simalungun dan Siantar, Selasa (8/12/2105) sore.

“KPU Simalungun dan Siantar telah menerima salinan putusan PTN dan kami sikap dengan meneruskan ke KPU RI. Kemudian KPU  memberikan petunjuk untuk tunda penyelenggaraan di dua daerah teraebut,” ujar Mulia.

KPU Sumut, KPUD Simalungun dan Siantar juga telah melakukan langkah koordinasikan ke Polres masing-masing untuk menarik kembali logistik yang sudah didistribusikan sembari menunggu keputuasan PTUN dua daerah tersebut.

“Kami memastikan hari ini tidak ada pelaksanaan pilkada di Kabupaten Simalungun dan Siantar,” tegas Mulia.

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida menjelaskan, pihaknya memantau kendala pelaksanaan Pilkada serentak di Sumut, diantaranya terjadi kekurangan surat suara di Gunung Sitoli, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Kabupaten Samosir. Namun hal itu sudah berhasil ditangani oleh KPU setempat. Bawaslu Sumut dan Panwaslu Kabupaten  Samosir juga menemukan kecurangan yakni seorang pemilih menggunakan lembar C6 milik orang lain.

“Bawaslu berharap pelaksanaan Pikada di Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar yang sempat ditunda, dapat segera dilaksanakan. Persiapan selama ini sudah menghabisakan dana sekitar Rp 100 milyar tidak sia-sia,” harap Syafrida.

Data KPU Sumut mencatat, jumlah DPT di 21 Kabupaten/Kota di Sumut sebanyak 5.776.192 pemilih dengan total 14.956 TPS di 263 kecamatan dan 3.380 kelurahan/desa. Total jumlah pasangan calon yang ikut dalam Pilkada serentak 71 paslon yabng terdiri dari 55 paslon asal Parpol dan 16 Paslon perseorangan. (FR)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!