Selasa, 23 April 2019
Find us: 
mahardikanews.com, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik
Home  / Politik
Jumat, 5 April 2019 | 23:25:27
Saksi Parpol di TPS Maksimal 2 Orang
MAHARDIKANEWS TIM
Bawaslu Rohul gelar rapat koordinasi tentang saksi Parpol Pemilu, di kantor Bawaslu Rohul, Desa Babussalam Kecamatan Rambah, Kabupaten Rohul, Riau, Jumat (5/4/2019) sore.
RAMBAH 
(mahardikanews) 
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Fajrul Islami, diwakili Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Gummer Siregar, memimpin rapat koordinasi tentang saksi Partai Politik (Parpol) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Gummer Siregar dihadapan pimpinan dan perwakilan para Parpol mengatakan, sosialisasi yang digelar Bawaslu menyikapi surat mandat saksi Parpol di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sesuai regulasi UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam UU dijelaskan, bahwa saksi Parpol adalah saksi yang dimandatkan oleh Parpol untuk pemilihan DPR, DPRD Kabupaten dan pemilihan DPRD Provinsi.

Sementara, saksi untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, surat mandatnya diterbitkan oleh tim kampanye Pasangan Calon (Paslon) di tingkat Kabupaten. Kemudian untuk pemilihan DPD‎, surat mandat saksi diterbitkan dari perseorangan oleh calon DPD yang bersangkutan.

"Latar belakang rakor ini untuk menegaskan bahwa surat mandat hanya boleh diterbitkan oleh pengurus Parpol Kabupaten, tim kampanye dan perseorangan", kata Gummer, di kantor Bawaslu Rohul, Desa Babussalam Kecamatan Rambah, Jumat (5/4/2019) sore, yang dihadiri 13 pimpinan dan perwakilan Parpol dari 16 Parpol peserta Pemilu se- Rohul.

Pihaknya mengaku, sosialisasi surat mandat saksi ke Parpol oleh Bawaslu juga menimbang dan mengingat waktu yang kini relatif singkat, yakni sekira kurang dari 12 hari sebelum hari H Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Sebab dengan total jumlah 1.515 TPS di Rohul, menurutnya bukan masalah kecil pihak Parpol, tim kampanye Paslon dan pihak perseorangan DPD untuk menerbitkan SK atau surat mandat di setiap TPS‎ dalam kurun waktu yang hanya tinggal mencapai belasan hari lagi.

"Karena yang akan menerima surat mandat saksi itu nantinya kan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di setiap TPS. Sementara kita jajaran Bawaslu atau pengawas TPS hanya dapat mengawasi dan memastikan saksi itu memang benar-benar menyerahkan surat mandat ke ketua KKPS", jelas Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Rohul, Gummer Siregar.

Untuk setiap Parpol sesuai aturan terangnya, hanya dibolehkan menempatkan 2 (dua) saksi per TPS. Namun yang dapat diperbolehkan masuk ke lokasi TPS hanya 1 saksi, dan dibolehkan secara bergantian.

Lalu terhadap 1 saksi dibolehkan mengantongi 2 mandat, dengan syarat mandat tersebut dikeluarkan oleh Parpol dan tim kampanye Kabupaten. Sedangkan untuk mandat saksi pemilihan DPD‎ tetap dikeluarkan oleh calon DPD bersangkutan.

Di akhir kegiatan, pihak Bawaslu memberikan buku saksi peserta Pemilu dari Bawaslu RI kepada para pimpinan dan perwakilan Parpol, yang selanjutnya akan dibagikan ke seluruh saksi Parpol yang akan mengawal proses pemungutan suara Pemilu 2019 di 1.515 TPS se- Rohul.*(mnc/amb)
Akses berita terbaru versi mobile di: m.mahardikanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!